Langsung ke konten utama

Postingan

Filosofi Dakon

Oleh: Masrur Ridwan Dewasa ini, globalisasi sudah mempengaruhi gaya hidup hampir seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali permainan anak-anak.  Jika dahulu anak-anak bermain hanya dengan bermodal batu, tongkat, dan karet gelang, sekarang sudah dihadapkan dengan hal-hal yang berbau digital , canggih dan modern. Permainan modern saat ini cenderung membuat anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong ke sifat individualistik. Jika anak  terus mengonsumsi permainan tersebut,  maka dikhawatirkan anak akan memiliki jiwa acuh terhadap  lingkungan sekitarnya. Selain itu, anak juga bisa menjadi seorang pemboros karena jarang permainan modern yang bersifat murah dan gratis. Sebagai tawaran, orangtua dapat mengenalkan permainan Dakon kepada anak-anak. Permainan Dakon mempunyai banyak nama. Di daerah Sumatera dikenal dengan nama Congkak, di Jawa dikenal dengan nama Dhakon atau Dhakonan, di Lampung dikenal dengan nama D...

Ironi Bunga Abadi

Sumber Gambar: pernikdunia.com Bunga Edelweis atau dalam bahasa latin disebut Anaphalis javanica merupakan tanaman yang hanya mampu tumbuh di ketinggian gunung dan memerlukan sinar matahari penuh. Spesies tanaman berjulukan bunga abadi ini banyak ditemukan di daerah pegunungan Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Lombok. Bunga Edelweis sangat masyur di kalangan para pendaki . B erikut mitosnya, jika kita mampu memberikan bunga abadi ini kepada orang yang disayangi, niscaya cinta di antara keduanya akan abadi. Mitos tersebut hingga kini masih diyakini oleh banyak pendaki, mereka rela mendaki puncak-puncak gunung dan menyusuri tebing-tebing hanya demi mendapatkan bunga Edelweis. Kegunaan bunga Edelweis yang bermacam-macam juga membuat para pendaki tergiur untuk mendapatkannya. Ekstrak dari Bunga Edelweiss sejak peradaban kuno dapat dijadikan obat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diare, disentri, TBC dan difteri.  Hal itu karena Bunga Edelweis memiliki ka...

Akreditasi: BAN-PT Mengadakan Visitasi Prodi PAI

Tarbiyah , Paradigma Online - Prodi Pendidikan Agama Islam mengadakan Visitasi Akredetasi PAI (6/11/2015), bertempat di ruang Pertemuan   lantai 1 tarbiyah UIN Sunan Kalijaga. Visitasi berlangsung dari jam 10.00 s/d 17.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri dua asesor (visitor) dari BAN-PT (Badan Akredetasi Nasional-Perguruan Tinggi) . Visitasi prodi ini juga dihadari oleh Dr. Tasman Hamami, MA (Dekan Fakultas   Ilmu Tarbiyah dan Keguruan), Dr. Suwadi, M.Ag (Kepala Jurusan UIN Sunan Kalijaga), Dr. Eva Latipah, M.Si (Sekretaris Jurusan), Wakil Dekan 1, Wakil Dekan 2 dan Wakil Dekan 3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dosen pengampu mata kuliah, Stakholder, Perwakilan dari PTIPD, Alumni PAI dan mahasiswa PAI yang berjumlah 12 orang. Prodi PAI telah memperoleh akredetasi A dibagian dokumen pada 1 5 /1 0 /2015. “ K egiatan visitasi akredetasi ini merupakan tindak lanjut dari file yang diserahkan ke BAN-PT di mana mestinya dokumen dan realita harus sama, dan harapannya PAI dapat me...