Langsung ke konten utama

Postingan

Sastra di Penghujung Tahun #3

Guru Terbaik  Oleh: Corazon*     clipartoons.com       Kalau hanya sebuah seragam necis sebagai identitas Pengajaran dengan menyalurkan ilmu sebagai rutinitas Menghidupkan peradaban yang manusia Disebuat sebagai guru? Lemabaga pendidikan yang identik Memberi nilai sebagai evaluasi Sebagai tanda kemajuan zaman Apakah itu guru? Mengertilah pada setiap peserta didik Segala aspek kehidupannya Bantulah kesusahannya Pergilah pada setiap mimpinya Hadirlah sebagai sosok orangtua keduanya Jadilah guru Yang meniadakan lambaian tangan padanya Akan selalu terkenang sebabagai guru hebat Gurunya orang hebat Tanpamu tidak akan mengerti apa itu manusia?       *Crew LPM Paradigma

Sastra di Penghujung Tahun #2

Guru   Oleh: Mayasari*   bobbyvoicu.com   Mungkin semua orang bisa menjadi dirimu Mungkin semua orang bisa berpenampilan sepertimu Dan mungkin semua orang bisa dengan mudah diberi gelar dengan namamu Tapi...itu dulu sebelum aku tahu Dan kini aku aku mengerti Menjadi dirimu bukanlah hal mudah Perlu sebuah ilmu-ilmu untuk menjadi dirimu yang baik Sungguh..kesusahpayahan telah kau lalui Kini pengabdian yang kau jalani Dan semoga kelak keabadian yang kau dapatkan Serta balasan kebahagiaan di surga-Nya nanti         *Crew LPM Paradigma  

Sastra di Penghujung Tahun #1

Diskrepansi Oleh : Savika Pulung Iswari*       deapratini.files.wordpress.com   Kota Gudeg, 29 November 2017         Aku rindu Rasa sesak karna goresan dari setiap kapur Penghapus berbulu beralas kayu Yang kau ketuk sebagai tanda kami harus diam Dahulu sepeda ontel kau kayuh, tak peduli jarak yang ditempuh Kau menyapa kami, dan mengajak kami bersama Kini kepulan asap dari kendaraan roda dua melewati kami Kini kendaraan roda empat berbalut merek dan kaca jendela Membuatmu tak melihat kami Dahulu setiap pagi aku takut ketika kau menyusuri setiap meja dan memeriksa tugas kami Kini kau tak perlu lagi? Ada email,   flashdisk yang mengurangi rasa takut kami Dahulu kau selalu tersenyum bercanda dan bergerak silih berganti Namun sekarang cukup dengan laptop, lcd, kabel, proyektor Kau awasi kami dibalik benda mati itu Bukannya naif ini hanyalah realita Yang kami benturkan karna rasa prihatin ka...

Demonstrasi Opini Hari Guru #1

Guru : Mendidik Itu Memanusiakan                                                                                   Oleh: Moz-za* medsci.indiana.edu Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mentransformasikan pengetahuan dan membuka kesadaran peserta didik agar mengenali diri dan tanggungjawabnya serta memahami realitas sosial yang terjadi di sekelilingnya. Menurut Tan Malaka pendidikan itu bertujuan mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan , dan   memperhalus perasaan. Pendidikan merupakan unsur penting bagi kehidupan bangsa, karenanya dari pedidikanlah kemajuan...

Demonstrasi Puisi Hari Guru #4

Tanda Buah Karya : Inew* studiobelajar.com     Huruf kapital Sebuah awal permulaan Berdiri tegak di garis depan Seperti engkau Begitu gagah sebagai uswatun hasanah Ing ngarsa sung tuladha                   Koma                 Sebuah tanda jeda                 Bukan berarti pemberhentian selamanya                 Seperti engkau, merengkuh bahu membimbing selalu                 Ing madya mangun karsa   Titik Berhenti bukan berarti berakhir Belum usai, baru dimulai Tanda penuntasan bukan peniadaan ...

Demonstrasi Puisi Hari Guru #3

Kisah Peperangan Goresan Tinta : Shintamelia* tagmata.it   Setitik peluhmu menandakan perjuangan Sebuah perjuangan yang sangat besar Senyumanmu memberikan semangat Menyongsong masa depan yang lebih baik Dunia kami dulunya monokrom Tapi kini penuh dengan warna-warna indah                   Ibaratkan sebuah peperangan                 Kau memberikan amunisi                 Untuk m enghadapi masa depan                 Amunisi berupa ilmu yang bermanfaat                 Kau memberikan baju besi       ...

Demonstrasi Puisi Hari Guru #2

Pahlawan Lentera Buah Karya : DR. Ayuningtyas*   baktinusauns.com   Semburat cahaya lentera datang Membentuk kisah yang lebih baik Tertatih sedikit demi sedikit Hanya kebenaran yang digenggam Untuk maju melawan kebodohan                   Engkau lentera bangsa paling utama                 Membakar diri untuk sorot lampu penerangan                 Kini mimpi itu mulai nampak nyata                 Karena engkau yang mengajarkan                 Tentang goresan warna,          ...