Masing-masing kita tentu memiliki cerita yang berbeda-beda. Cerita yang muncul dari benturan-benturan kita dengan realitas, yang kadang menyenangkan, dan kerap sekali menyakitkan. Namun, kerap cerita-cerita tersebut membusuk di kepala. Atau mungkin, terlupakan dan tertimbun dengan cerita-cerita lain yang berjubel. Terlebih, kita yang menyandang status mahasiswa. Selain kerap (merasa) dibuat sakit hati oleh penguasa, juga memiliki kegelisahan yang meletup-letup di dada dan kepala. Efek darah muda. Punya banyak tawaran solusi, namun mendadak linglung untuk memilih media apa yang harus digunakan untuk menyampaikannya. Melakukan demonstrasi, tidak memiliki massa yang banyak dan jadwal kuliah padat. Memilih media sosial sebagai media penyampaian aspirasi, takut terjerat pasal UU ITE yang telah banyak memakan korban. Lantas, apa yang mesti kita lakukan? Agaknya, kita bisa meniru apa yang dilakukan oleh Gie. Sederhana. Ia menulis aktivitas keseharian sebagai mahasiswa. Maha...
Menuju Transformasi Pendidikan