LPM Paradigma mengadakan kongres
XIII di Balai LKiS, Sorowajan, Bantul, Yogyakarta pada hari Minggu (16/3). Sebelum
kongres dimulai, ada penampilan dari beberapa kru LPM Paradigma, mulai dari
membaca cerpen, puisi, sampai menyanyi. Selain itu, sekitar pukul 11.00 WIB, LPM
Paradigma kedatangan tamu dari Az Zahra, Lely, yang menampilkan performanya
untuk menghibur peserta dan sambil menunggu waktu kongres yang telah
dijadwalkan.
Kongres yang dimulai sekitar
pukul 12.30 WIB ini dihadiri oleh 23 kru LPM Paradigma. Acara pertama adalah
pembacaan Tatib (Tata Tertib) kongres yang dipimpin oleh Fahmi. Persidangan
berjalan alot dan ada beberapa pasal yang dirubah. Seperti pada pasal 5 tentang
hak dan kewajiban peserta, ada tambahan satu ayat yang berbunyi “Peserta wajib
meminta izin jika akan meninggalkan tempat sidang.” Persidangan tatib berakhir
sekitar pukul 14.00 WIB.
Acara selanjutnya adalah
pembacaan LPJ kepengurusan periode 2012-2013. Hamdani, selaku PU (Pimpinan
Umum) periode tersebut membuka forum dengan memberikan sedikit gambaran
mengenai sejarah LPM Paradigma. Hanya saja, ada dua pendapat yang saling
berseberangan terkait awal berdirinya LPM Paradigma. Ada yang mengatakan tahun
1991, ada juga yang mengatakan 1992. Namun, untuk sementara ini tetap memegang
pendapat kedua, karena pendapat pertama hanyalah asumsi dari PU sendiri.
“Saya
bertanya-tanya kepada para alumni LPM Paradigma, tapi belum ada yang tahu,
kapan tepatnya LPM Paradigma didirikan. Kalau asumsi saya, karena majalah yang ada di Kantor
Paradigma mulai terbit pada Tahun 1992. Sehingga, kalau menurut saya LPM
Paradigma terbit pada tahun 1991." Ungkap Hamdani.
Setelah PU melaporkan LPJ-nya,
disusul oleh pengurus-pengurus lainnya. Di akhir pembacaan LPJ, ada sesi tanya
jawab yang dikoordinir oleh ketua sidang, Artha. Ada beberapa kritikan dan
masukan dari beberapa peserta kongres, mulai dari konsistensi pemantik kasasi
dan garasi, pembuatan web, sampai dengan pendokumentasian opini-opini Kompas.
Pembacaan LPJ pun dilanjutkan
dengan sidang AD/ART. Sebelum pembacaan AD/ART, seluruh kru LPM Paradigma
diinstruksikan untuk shalat asar terlebih dahulu. Setelah salat, sidang AD/ART
pun dimulai. Pada persidangan kali ini, mampu menelurkan devisi baru. Devisi
Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM). Devisi yang diusulkan oleh Hamdani ini
disambut baik oleh seluruh peserta sidang. “Dengan adanya devisi ini,
diharapkan mampu meningkatkan kualitas kru LPM Paradigma khususnya dan
mahasiswa pada umumnya.” Tambahnya. Imron Mustofa. Ed: Sholikhin
setahu saya pesertanya berjumlah 25 orang kru
BalasHapusdengan rincian: yang mengikuti pemilihan ada 11 (sholikhin) +10 (rizal) +2 (abstain) =23 orang; 1 orang pimpinan sidang; 1 orang meninggalkan kongres (pulang)
terima kasih