Langsung ke konten utama

Sains Sebagai Pemerkuat Agama



PBA, Paradigma Online
            Agama landasannya adalah Al-Qur’an dan Sunah. Kalau komposisi agama seperti itu, maka hubungan Agama dan sains itu jelas. Agama pokok dan pondasi. Sains mendukung agama.
            Hal demikian disampaikan oleh Maksudin, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, saat menyampaikan kuliahnya di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Selasa (18/03).
            Ia mengatakan bahwa orang yang tidak beriman aka mengatakan bahwa agama hanyalah urusan pribadi, tidak dijadikan sebagai landasan kehidupan sosial, dan agama dianggap tidak penting.
            “Jangan ragu-ragu, kalau agama dan sains tidak usah dipisah-pisahkan. Sains adalah pokok dari pengembangan agama.” Jelasnya, saat menyampaikan kuliah akhlak tasawuf.
            Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa orang yang memahami al-Qur’an dan sunnah kemudian mengimaninya, paling tidak ia akan dekat dengan Allah dan makhluknya.
            “Sama ketika kita memposisikan akhlak. Kalau kita bicara akhlak secara teologis tidak bisa dipisah-pisah. Kalau menurut al-Ghazali, kalau berbuat tidak berpikir-pikir terlebih dahulu itu yang dinamakan akhlak.” Ungkapnya.
kin

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta