Langsung ke konten utama

Peneliti Sama dengan “Nabi”


Tarbiyah, Paradigma Online
Peneliti sama dengan nabi, walaupun seorang peneliti itu salah, itu tidak menjadi masalah asalkan bisa jujur. Peneliti menyampaikan apa yang telah diteliti. Dalam penelitian, haruslah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Demikian disampaikan oleh Radino, Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memberikan pengarahan seminar proposal oleh Khaerul Fauzi, Ruang Seminar Proposal Lt. 4, Selasa (1/04).
Ia memberikan masukan kepada para mahasiswa bahwa dalam penulisan karya tulis ilmiah khususnya penelitian, jangan sampai menggunakan bahasa ilmiah populer atau bahasa yang berbau bombastis. Peneliti berada dalam dunia pembaca, maka dari itu harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
“Bahasa dalam penelitian dapat dikategorikan ke dalam dua golongan, bahasa ilmiah populer dan bahasa ilmiah penelitian.” Tambahnya.
Berbeda dengan pendapat Dhia Mila, Mantan Pimpinan Redaksi LPM Paradigma. Ia menjelaskan bahwa peneliti adalah sebagai “Tuhan”. Ia mempunyai kekuasaan, karena bisa menentukan ke arah mana penelitian itu dilakukan.


Kikin

Komentar

  1. cukup sepakat, tapi kiranya penggunaan bahasa tidak terlalu dibatasi mungkin akan dihasilkan karya-karya yang lebih kreatif dari mahasiswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah "Heroik" Peraih IPK Tertinggi FITK

Tarbiyah, Paradigma Online - Kesuksesan tidak serta merta berjalan mulus seperti halnya dalam sinetron. Begitulah kiranya ungkapan yang sesuai dengan keadaan dan hasil perjuangan mahasiswi terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Khusnul Hidayah.

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Serba-serbi UTS: Ujian Close atau Open Book

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, setengah jalan sudah Ujian Tengah Semester (UTS) berlangsung. Setiap hari, mahasiswa disibukkan mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh. Melihat soal ujian   yang dibuat dosen, nampaknya terdapat dua tipikal soal yang sering dijumpai ketika ujian, yaitu bersifat tertutup ( close book ) dan terbuka ( open book ). Berbagai anggapan yang muncul dari mahasiswa tentang kedua sifat ujian tersebut.             “Ujian yang bersifat open book memberikan keuntungan bagi mahasiswa dalam mengerjakannya. Mahasiswa akan lebih mudah menjawab soal karena tinggal mencari jawaban di buku” jelas Fahmi mahasiswa Kependidikan Islam. “Selain itu, mahasiswa dalam menghadapi ujian cukup mempersiapkan buku yang terkait matakuliah, tanpa harus belajar dengan keras” imbuhnya. (26/3)             Lain halnya dengan Fatma Firdanti, mahasiswa Pend...