Langsung ke konten utama

Kurangnya Keseriusan dalam Pelaksanaan UTS


Mahasiswa Fakultas  Ilmu Tarbiyah dan Keguruan pagi ini masih ada yang menjalankan UTS (Ujian Tengah Semester), walaupun sebagian besar ada yang sudah selesai dari kemarin. Di lantai satu  masih terlihat mahasiswa yang berjejer di depang ruang ujian sambil membaca materi ujian. Hari ini, Jumat 4/04/2014 merupakan hari terakhir pelaksanaan UTS di Fakultas Ilmu Tarbiyah. Hal ini disambut gembira oleh segenap mahasiswa sehubungan dengan berakhirnya pelaksanaan UTS. Lalu bagaimana tanggapan mahasiswa terkait pelaksanaan UTS kali ini ?
Menurut Faradhila Umary, mahasiswi jurusan MPI/4 proses pelaksanaan UTS kali ini sudah berjalan dengan baik dan tertib. “Pengawas ujian juga sangat disiplin dalam hal KRS, apabila ada mahasiswa yang tidak membawa ataupun KRS-nya belum ditandatangani pembimbing akademik (PA) maka tidak diperbolehkan mengikuti ujian dan harus minta surat keterangan Wakil Dekan III. Jadi para mahasiswa harus benar-benar mempersiapkan ”, papar Dila ketika ditemui di lobi fakultas.
Begitu pula dengan Qoim Nurani mahasiwa PBA semester delapan, menurutnya teknis pelaksanaan ujian sudah cukup baik, hanya saja masih banyak mahasiswa yang tidak disiplin baik dalam hal disiplin waktu maupun KRS. “Mahasiswa masih banyak yang belum mendapat tandatangan pembimbing akademik  karena  kesulitan  bertemu dengan PA. Tapi, di jurusan PBA diperbolehkan meminta tandatangan Kajur (Ketua Jurusan) apabila belum ditandatangani pembimbing akademik,” jelas Qoim.
Lalu dalam hal materi yang diujikan, ia masih menemukan di beberapa mata kuliah ada soal-soal yang sama seperti yang diujikan pada tahun-tahun sebelumnya. “Soal-soal bahkan ada yang sama persis, tanpa perubahan” ujarnya. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa dalam belajar hanya terpaku pada soal-soal tahun lalu dan mempelajari sebatas soal tersebut.
Permasalahan ini sebenarnya terkait dengan keseriusan pihak fakultas dalam melaksanakan ujian, baik dari pihak dosen pengampu maupun panitia pelaksana. Apakah dosen tersebut malas membuat soal-soal yang baru untuk ujian ataupun kerena ingin memudahkan mahasiswa?
Menurut Qoim, mungkin Dosen memandang bahwa target pencapaian dan penguasaan materi sama seperti tahun-tahun lalu. Dan soal-soal yang diujikan pun juga sudah mendapat persetujuan dari Ketua Jurusan (Kajur)  masing-masing.
Meskipun pelaksanaan UTS telah berakhir, masih banyak catatan penting untuk perbaikan dalam pelaksanaan untuk ujian-ujian berikutnya. Seharusnya dalam pelaksanaan ujian dituntut adanya keseriusan dari berbagai pihak, baik dari panitia, dosen maupun mahasiswa.”Dosen agar lebih kreatif dalam pembuatan soal, agar fungsi ujian sebagai alat untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” tutur Pri, staff tata usaha jurusan PBA.
Aktivitas perkuliahan akan dimulai kembali pada hari Senin, 07/04/2014 dan berjalan sebagaimana biasanya.


Zulfa Amalia





Komentar

  1. ya sebagai pendidik harusnya kreatif yg d sampaikan jg jngan bgtu saja seiiring perubahan zaman maka soal pun harus berubah heheheh

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta