Pesta demokrasi
merupakan event besar yang diadakan guna memilih calon pemimpin dan wakil
rakyat yang nantinya diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Di
mana kita tahu bersama Indonesia mengalami berbagai keterpurukan
mulai dari segi ekonomi, politik dan budaya. Ajang yang dilaksanakan Rabu, 9
April 2014 ini guna memilih calon legislatif. Disetiap daerah pun telah di
siapkan TPS dan kertas suara guna pencoblosan. Pada tahapan ini rakyat diminta
memilih empat kategori calon, yakni DPRP Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD,
dan DPR RI. Berbagai instansi diliburkan pada pesta demokrasi ini,
sebut saja salah satunya UIN Sunan Kalijaga Yogyaarta, secara serepak
perkuliahan diliburkan pada hari rabu untuk menyambut pesta demokrasi.
Ada dua kategori
mahasiswa dalam pemilihan kali ini, yakni yang menyalurkan aspirasinya dengan
memilih dan ada juga yang golput. Seperti halnya Zulfa Amalia mahasiswa asal
Brebes ini menuturkan, “Karena saat ini saya domisili di Jogja jadi kemungkinan
tidak ikut pemilihan legislatif, soalnya terkendala jarak yang jauh antara
Jogja-Brebes, jadi saya memutuskan tidak pulang, disamping itu saya juga tidak
mengetahui calon-calon legislatifnya.”
Lain halnya dengan dengan Anisa Hidayatul Husna, adanya pesta demokrasi ini ia turut berpartisipasi karena ingin merasakan bagaimana pencoblosan sekaligus sebagai pengalaman pertamanya memilih.
Lain halnya dengan dengan Anisa Hidayatul Husna, adanya pesta demokrasi ini ia turut berpartisipasi karena ingin merasakan bagaimana pencoblosan sekaligus sebagai pengalaman pertamanya memilih.
Ketika pemilihan
sering kali kita bingung dengan orang-orang yang mencalonkan diri, hal ini
disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap calon legislatif yang
diusung tiap partai begitu juga proses pemilihan. Tapi kendala ini berbeda
dengan apa yang dirasa Garnis Ulfie Fadilah, ia menuturkan “Dengan sangat jelas
saya mengetahui calon legislatif karena ada saudara yang mencalonkan diri.
Untuk proses pemilihan sendiri awalnya saya juga sempat bingung dengan kertas
pemilihan yang banyak , untungnya saya telah mendapat sosialisasi.”
Ia juga menyarankan bagi orang-orang yang golput besok jangan golput lagi karena 20% dari dana pendidikan di atur oleh legislatif jadi kita butuh mereka dengan cara memilih orang-orang yang amanah terhadap kita .
Ia juga menyarankan bagi orang-orang yang golput besok jangan golput lagi karena 20% dari dana pendidikan di atur oleh legislatif jadi kita butuh mereka dengan cara memilih orang-orang yang amanah terhadap kita .
Hal ini sejalan dengan
apa yang dirasakan Eva Ayu Arfina, ia telah mengetahui partai dan calon yang
diusung karena ayahnya sendiri ketua partai. Bahkan ia dan ibunya memberikan
sosialisasi bagaimana pencoblosan kepada rakyat. Ia mengakui banyak warga yang
bingung karena calon yang diusung tiap partai tidak hanya satu orang tapi
banyak. Oleh karena itu, ia memberi sosialisasi pada warga. Disamping itu ia
pun menyarankan bagi yang golput untuk mencoblos karena perlu kiranya
menyalurkan aspirasi guna memilih pemimpin Indonesia yang lebih baik.
Mira

Komentar
Posting Komentar