Oleh: Masrur Ridwan
Dewasa ini, globalisasi sudah mempengaruhi gaya hidup hampir seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali permainan anak-anak. Jika dahulu anak-anak bermain hanya dengan
bermodal batu, tongkat, dan karet gelang, sekarang sudah dihadapkan dengan hal-hal yang berbau digital, canggih dan modern.
Permainan modern saat ini cenderung membuat
anak-anak mengalami kekurangan komunikasi dengan teman sebayanya atau lebih condong
ke sifat individualistik. Jika anak
terus mengonsumsi permainan tersebut,
maka dikhawatirkan anak akan memiliki jiwa acuh terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, anak juga
bisa menjadi seorang pemboros karena jarang permainan modern yang bersifat
murah dan gratis.
Sebagai tawaran, orangtua dapat mengenalkan permainan
Dakon kepada anak-anak. Permainan Dakon mempunyai banyak nama.
Di daerah Sumatera dikenal dengan nama Congkak, di Jawa dikenal dengan nama
Dhakon atau Dhakonan, di Lampung dikenal dengan nama Dentuman Lamban sedangkan
di Sulawesi lebih dikenal dengan nama Mokaotan,
Maggaleceng atau Nogarata.
![]() |
| Sumber gambar: masmuzie.blogspot.co.id |
Dakon hanya bisa dimainkan oleh dua orang dengan
menggunakan alat berupa papan Dakondan benda serupa biji-bijian.
Terdapat 14 lubang kecil yang
dibagi menjadi 7 lubang yang saling berhadapandan 2
lubang besar yang terletak di kedua sisi
lubang kecil yang sering disebut dengan
lubang tujuan. Sebelum permainan dimulai, lubang-lubang kecil
diisi biji sebanyak tujuh buah. Permainan dimulai dengan mengambil semua biji yang terdapat pada
salah satu lubang kecil yang diinginkan pemain,
kemudian menyebarnya pada lubang yang lain sebanyak satu biji secara
berurutan searah jarum jam. Pemain akan terus melanjutkan permainan apabila
lubang terakhir meletakkan biji masih memiliki isi dan baru akan berganti
giliran kepada lawan ketika lubang terakhir meletakkan biji dalam keadaan
kosong. Pada saat itu pula, pemain dapat mengambil isi
lubang yang terdapat di hadapan lubang terakhir untuk dimasukkan kedalam lubang
besar sebelum menyerahkan giliran kepada lawan. Permainan akan berakhir ketika
sudah tidak ada lagi biji yang dapat diambil di lubang kecil dan pemenang
ditentukan berdasarkan jumlah biji yang terdapat di lubang tujuan.
Permainan
Dakon sekilas terlihat simpel dan sepele. Namun, sesungguhnya terdapat beberapa
nilai-nilai yang patut untuk kita gali dan jadikan referensi dalam menjalani
hidup. Tujuh lubang kecil adalah simbol
hari dalam satu minggu. Jumlah biji pada
lubang kecilpun sama, yang berarti setiap orang mempunyai waktu yang sama dalam
seminggu. Biji yang
diambil dari satu lubang dan disebarkan kepada lubang lain secara berurutan dan
searah jarum jam, mengandung pesan bahwa hari
ini akan berpengaruh pada esok hari. Apa yang kita lakukan hari ini bisa jadi sangat
bermakna bagi orang lain. Selain itu kita harus memberi dan menerima untuk menjaga
keseimbangan hidup. Sementara memasukkan biji dalam lubang besar
bermakna agar selain kita bersedekah kepada orang lain, kita juga harus
memiliki tabungan pribadi. Hikmahnya adalah, hidup ini adalah persaingan, namun
bukan berarti harus bermusuhan. Karena
tiap orang juga punya kepentingan dan tujuan yang mungkin sama dengan tujuan
kita. Pemenang adalah yang memiliki jumlah biji paling banyak di lubang induk. Maksudnya, yang menjadi pemenang dalam kehidupan ini
adalah orang-orang yang banyak tabungan kebaikannya, mereka yang
menabung lebih banyak, dan mereka yang tahu strategi untuk mengumpulkan rezeki.
Permainan
ini sesungguhnya merupakan serpihan kecil dari unsur pembentuk budaya dan
karakter bangsa yang telah dibangun oleh para leluhur. Dakon melatih kita untuk
terampil, cermat, jujur, sportif, serta tepa selira.
Karena, begitu banyaknya nilai yang bisa diambil dalam permainan Dakon, maka orangtua
wajib mengenalkan permainan ini kepada
anak-anak agar dapat mencintai budaya-budaya masa lalu yang syarat akan
nilai-nilai luhur. Bukan hanya sebatas memperkenalkan, namun juga harus
memberikan pemahaman. Dengan demikian, orang tua akan memiliki peran aktif
dalam pelaksanaan pendidikan karakter yang tengah dielu-elukan bangsa Indonesia
saat ini. Manfaat lain dari permainan Dakon adalah melatih anak-anak untuk
belajar hitungan. jadi, dakon dapat pula dijadikan media untuk melatih
kecerdasan anak-anak.

Komentar
Posting Komentar