Langsung ke konten utama

Afif Toha; Kita Tak Terbiasa Mengelola Konflik




Jogja, Paradigma Online - Kemunculan konflik dengan mengatasnamakan agama di Indonesia tak bisa dibendung. Kasus Singkil, misalnya, bisa menjadi kaca bahwa Indonesia masih rawan konflik dan minim solusi. Kekerasan pun kerap dilegalkan untuk menghalangi kelompok minoritas dalam menganut kepercayaan atau agama yang mereka percayai benar. 


Afif Toha, Koordinator Kebebasan Berkeyakinan SATUNAMA menegaskan, bahwa suburnya konflik (utamanya atas nama agama) di Indonesia, lantaran tak ada pengalaman masyarakat dalam mengelola konflik.

“Banyak konflik destruktif, karena tidak diperhitungkan dengan baik,” papar Afif saat menjadi narasumber dalam acara Diskusi ‘Konflik Atas Nama Agama’ yang diadakan Garawiksa Institute, Rabu (2/12).

Ia menceritakan bahwa Indonesia, semenjak Orde Baru telah melakukan tindakan represif terhadap kelompok atau individu yang dirasa mengganggu stabilitas publik. “Ditekan habis-habisan. Sehingga, kita tak terbiasa mengelola konflik,” ujarnya. 

Dalam kaitannya dengan sumber konflik, Afif menduga bahwa ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah, yang lebih condong kepada kepentingan satu kelompok. Sehingga, keberagaman (khususnya keyakinan) di Indonesia tak bisa dikelola dengan baik. “Saya sebut negara kita negara yang gagal dalam mengelola keberagaman,” tegasnya. 

Ia juga merasa khawatir dengan perkembangan konflik di Indonesia saat ini. “Kita masih menghadapi laten konflik, pada masanya akan pecah pada konflik terbuka,” paparnya. [Iim]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah "Heroik" Peraih IPK Tertinggi FITK

Tarbiyah, Paradigma Online - Kesuksesan tidak serta merta berjalan mulus seperti halnya dalam sinetron. Begitulah kiranya ungkapan yang sesuai dengan keadaan dan hasil perjuangan mahasiswi terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Khusnul Hidayah.

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Serba-serbi UTS: Ujian Close atau Open Book

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, setengah jalan sudah Ujian Tengah Semester (UTS) berlangsung. Setiap hari, mahasiswa disibukkan mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh. Melihat soal ujian   yang dibuat dosen, nampaknya terdapat dua tipikal soal yang sering dijumpai ketika ujian, yaitu bersifat tertutup ( close book ) dan terbuka ( open book ). Berbagai anggapan yang muncul dari mahasiswa tentang kedua sifat ujian tersebut.             “Ujian yang bersifat open book memberikan keuntungan bagi mahasiswa dalam mengerjakannya. Mahasiswa akan lebih mudah menjawab soal karena tinggal mencari jawaban di buku” jelas Fahmi mahasiswa Kependidikan Islam. “Selain itu, mahasiswa dalam menghadapi ujian cukup mempersiapkan buku yang terkait matakuliah, tanpa harus belajar dengan keras” imbuhnya. (26/3)             Lain halnya dengan Fatma Firdanti, mahasiswa Pend...