Langsung ke konten utama

PUDAR




Saat bayanganmu mulai memudar dari pandanganku
Kau begitu tenang melangkah meninggalkan jejak kakimu
Tanpa keraguan
Karena mungkin memang kita tidak akan pernah
Bermuara pada satu tuju yang sama

Barangkali sekaranglah saatnya
Aku bangun dari khayalanku
Perlahan berdamai dengan kecamuk yang ada dalam hati
Belajar untuk menyederhanakan masalah
Dengan penerimaan yang baik dan tersenyum

Semoga esok kita masih sempat bertegur sapa
Mengucap selamat
Atas kehidupan kita masing-masing

Penulis
Nindya Alifia T. (PAI Semester 4, calon anggota baru LPM Paradigma)

Sumber Gambar : www.dakwatuna.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta