Langsung ke konten utama

Bulletin Paradigma Edisi September Telah Terbit




"Akhirnya Bulletin Paradigma edisi September kali ini dapat terbit. Semangat dan kerja keras seluruh Crew Paradigma menjadi modal utama terbitnya bulletin ini. Dengan adanya bulletin Paradigma ini semoga dapat memberikan informasi kepada segenap Civitas Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan,".
Hal demikian disampaikan oleh Pimpinan Redaksi LPM Paradigma, Dhia Milla, di kantor Paradigma, Sabtu (21/09).
Ia juga mengungkapkan bahwa pada edisi kali ini Paradigma menyorot Agenda tahunan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. "Adanya Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru di UIN," ungkapnya.
"Selain membahas tentang OPAK, bulletin edisi September ini juga membahasa tentang Prodi baru di FITK, yaitu Pendidikan Guru Raudlatul Atfal (PGRA) dan Visi-Misi ke depan para pejabat di FITK yang tergabung dalam LKM FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," tandas Dhia Milla.
Mahasiswi yang sering dipanggil Mila juga menjelaskan bahwa Bulletin Paradigma edisi ini mulai dengan penampilan baru. "Bagi mahasiswa FITK yang menginginkan bulletin Paradigma bisa menghubungi Crew Paradigma dan bisa datang langsung ke kantor Paradigma di Student Center lt 3 no. 68," jelas Milla.
Kikin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...