Langsung ke konten utama

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu
Oleh : Lembaran Hitam*

Di gubuk itu
Aku melihatmu
Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman
Jika ku lihat,
Sangat sederhana sekali gubuk itu
berdinding bilik yang di anyam
berlapis karpet merah terbentang
Dengan lampu-lampu hiasan tergantung
Tapi aku tidak melihat dari bentuk
Ataupun hiasan
Aku melihat dari kesungguhan pikiran
Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan
Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan
Di gubuk itu,
Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran
Manjadi penentu yang berpatokan
Buku merah kau jadikan pelajaran
Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan
Di gubuk itu
Kau rumuskan rancangan kegiatan
Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan
Tidak bisa disepelekan
Juga tak bisa diabaikan
Sekali lagi

Di gubuk itu . . .

*) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Komentar

  1. bangunannya tua dan reot
    hampir hancur ditiup angin sepoi-sepoi
    ah. gubuk bangkotan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...