Langsung ke konten utama

Lpm Paradigma Adakan Kajian Tokoh Pendidikan





“Sebagai rutinitas diskusi Gagasan Rabu Siang atau yang lebih dikenal dengan GARASI LPM Paradigma selama kurang lebih tiga bulan akan mengkaji tokoh pendidikan Indonesia. Mulai dari pada zaman perjuangan hingga sekarang,”
Hal demikian disampaikan oleh Nur Cahyani, Direktur Kajian GARASI LPM Paradigma, Rabu (18/09).
Nur Cahyani yang kerap dipanggil Cahya ini juga mengungkapkan bahwa dengan adanya kajian tokoh pendidikan Indonesia ini, kita dapat mengetahui pendidikan yang cocok dengan negara kita.
“Kita selama ini lebih senang mengkaji pemikiran tokoh pendidikan dari luar, dari pada tokoh pendidikan lokal. Sehingga ini yang menimbulkan jati diri pendidikan nasional kita mulai pudar,” ungkap Cahya.
Selain untuk menambah wawasan tentang pemikiran para tokoh pendidikan, Sholikhin, Redaktur Pelaksana juga mengungkapkan bahwa dengan adanya GARASI ini yang mengkaji tentang tokoh pendidikan, besok akan di bukukan.
"Diskusi GARASI ini diselenggarakan setiap hari Rabu jam dua siang. Sedangkan GARASI ini dibuka untuk umum bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bertempat di Kantor LPM Paradigma Student Center Lt. 3 Nomor 68," tandas Cahya.
Kikin


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...