Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
mengikuti kajian Islam di Masjid An Nahl, Gedongkuning, Minggu (23/03). Kajian
yang populer dengan sebutan “Kajian Ahad Pagi” ini mengundang perhatian
berbagai pihak. Mulai dari pedagang, pelajar, mahasiswa, bahkan dosen.
“Kajian di pesantren An Nahl ini berlangsung setiap
hari. Masing-masing punya kalender sendiri-sendiri. Hari Ahad rata-rata para
mahasiswa, guru, dosen, dan pengusaha. Sedangkan hari selasa siang sampai sore
itu untuk ibu-ibu yang jumlahnya sekitar 150-an, ” tutur salah satu panitia
penyelenggara saat membuka kajian.
Ia juga menambahkan bahwa kajian di Masjid An Nahl
bukan hanya seputar agama saja, tetapi juga isu-isu aktual yang beredar di
masyarakat. “Materinya bervariasi.
Akidah, pengembangan, dan lainnya yang sesuai dengan jamaah,” imbuhnya.
Adapun materi kajian kali ini adalah tentang
kewirausahaan. Hj. Dyah Suminar, SE. menegaskan bahwa untuk menjadi seorang
pengusaha yang sukses harus berani dan mau bekerja sama. “Kekuatan kita, umat
Islam luar biasa kalau ingin bekerja sama,” papar Dyah, pengusaha batik asal Cilacap yang
memulai kariernya sejak tahun 1981. Selain
itu, kedisiplinan juga menjadi modal utama seorang pengusaha. “Tidak ada
wirausaha yang tidak disiplin itu sukses,” imbuhnya.
Imron
Barangkali panitianya bisa diperjelas, siapa namanya! hehehe
BalasHapusSelain itu, apakah mahasiswa secara keseluruhan yang mengikuti?
kemarin tidak sempat ngitung mas, saking menikmati kajiannya sampai lupa. begitu pun nama panitia yg tidak tercatat dg baik. ini bisa jadi perbaikan ke depannya. trimakasih masukannya mas.
BalasHapus