Langsung ke konten utama

Moment Menjelang UTS



Oleh  : Bidadari Kecil
Tidak terasa Ujian Tengah Semester (UTS) segera tiba. Adanya UTS ini merupakan salah satu indikator keberhasilan pembelajaran di kelas sekaligus uji coba pemahaman materi yang diberikan dosen selama ini. Moment UTS siap tidak siap harus dijalani oleh mahasiswa.  Sebut saja Rizky salah satu mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah semester II,  dia menuturkan siap menghadapi UTS karena menurutnya semakin cepat   UTS, semakin cepat UAS dan semakin cepat pulang ke rumah.
Menjelang moment UTS mahasiswa masih saja disibukkan dengan tugas menumpuk, baik tugas individu maupun kelompok yang diberikan dosen. Dari pihak kampus sendiri tidak ada hari tenang guna mempersiapkan UTS . Hal ini akan memberikan beban tesendiri untuk mahasiswa, karena disamping mereka fokus terhadap UTS mereka juga harus menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan dosen. Untuk itu perlu perhatian dari pihak kampus untuk memberi hari tenang guna memudahkan mahasiswa menyelesaikan tugas-tugasnya. Disamping itu mahasiswa masih sibuk mengurus KRS sebagai salah satu syarat mengikuti ujian . Sebagian besar mahasiswa masih belum memprint KRS dan meminta tanda tangan kepada dosen Pembimbing Akademik. Padahal seharusnya mahasiswa telah meminta tanda tangan dosen Pembimbing Akademik di awal semester bukan malah menunda sampai menjelang ujian. Hal ini menyebabkan ketidaksiapan mahasiswa menghadapi ujian karena syarat KRS masih belum terpenuhi, begitu pula dapat menimbulkan pemalsuan tanda tangan karena mahasiswa tidak bertemu dosen Pembimbing Akademik .
Adapun kendala yang harus dihadapi mahasiswa yang notabennya bukan lulusan pondok, dimana mereka perlu pembelajaran lebih terhadap materi-materi keagamaan sekaligus yang berbahasa Arab, karena mereka mengalami kesulitan untuk memahami materi yang diberikan. Hal ini menjadi beban karena dulunya mereka tidak pernah mendapat materi tersebut. Sehingga mahasiswa tersebut perlu kiranya untuk aktif dan kritis bertanya baik kepada dosen maupun teman yang memahami materi tersebut sehingga mencapai hasil ujian yang memuaskan.

Adapun berbagai strategi dan langkah yang dapat dilakukan mahasiswa guna menghadapi UTS , antara lain :
-          Mahasiswa mulai mencicil belajar seminggu sebelum UTS tiba, sehingga ketika ujian mahasiswa telah siap menghadapinya. Tidak menggunakan sistem kebut semalam.
-          Mengumpulkan  materi-materi kuliah sebelum UTS.
-          Mempersiapkan fisik dan mental . Mempersiapkan fisik dimana mahasiswa perlu memperhatikan pola makan, pola tidur dan olahraga teratur sehingga ketika ujian tidak sakit. Untuk mempersiapkan mental perlu memperhatikan kesiapan mental dengan menghilangkan stress sebelum ujian dan menggap ujian sebagai ajang pembuktian diri bahwa kita memahami materi kuliah selama ini.
-          Mengurangi aktivitas bermain dan hangout bareng teman-teman, kemudian menggantinya dengan belajar bersama sehingga terfokus mengahadapi ujian.
-          Ketika belajar giat telah dilakukan, perlu disertai doa dan tawakal terhadap hasil yang akan di dapat dalam ujian.

Komentar

  1. siapakah bidadari kecil itu? lebih baik memakai nama asli penulis

    BalasHapus
  2. siapakah bidadari kecil itu? lebih baik memakai nama asli penulis

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta