Judul : Bukan Untuk
Dibaca
Pengarang : Deassy
M. Destiani
Penerbit : Era
Adicitra
Intermedia
Terbit : Mei 2013
Tebal : 490 halaman
Peresensi :
Artha
Pradhika*
Kehidupan
adalah sebuah kenyataan
yang harus dihadapi.
Kejadian yang ada dalam hidup adalah
sebuah rangkaian cerita
dari suatu peristiwa yang didalamnya tersimpan berbagai
makna. Makna itu merupakan pelajaran
untuk dipahami. Setiap makna yang terkandung adalah sebuah pengalaman yang
selalu memberikan kekuatan untuk menjalani setiap peristiwa yang mungkin akan terjadi.
Karangan Deassy M. Destiani yang
berjudul “Bukan Untuk Dibaca” menggambarkan
bahwa setiap kejadian yang dialami adalah sebuah pengalaman, tidak hanya berasal
dari diri sendiri, namun dari berbagai peristiwa, kejadian, kisah, yang disampaikan
langsung oleh orang lain ataupun lewat lembaran tulisan.
Lewat buku ini,
Deassy mencoba menuliskan
kembali berbagai cerita yang ia kumpulkan dari
berbagai situs seperti: facebook, email bahkan catatan dari
teman-temannya, dengan tetap mencantumkan sumber
tulisan. Website seorang
motivator tersohor seperti Mario Teguh dan Andrie Wongso
pun tidak lupa dicantumkan. Buku tersebut
terdiri 12 bab, berisi cerita-cerita
yang mampu menyentuh
perasaan pembaca. Mulai dari bab cerita
ibu, ayah, belajar dari anak, suami istri,
cinta
dan harapan, kerja, kebaikan, kebahagiaan, ikhlas
dan bersyukur, bijaksana, hikmah, dan terakhir motivasi. Cerita-cerita tersebut
dibingkai kembali oleh penulis dengan pembahasaan yang mudah di pahami siapapun yang
membacanya.
Salah satu cerita yang menarik dan
sangat menyentuh adalah cerita seorang ibu yang rela hidup dengan mata
satu demi buah hatinya. Anaknya tidak mengetahui
bahwa orang yang mendonorkan mata tersebut adalah ibunya sendiri, yang lebih
memilukan sang anak tidak mau menerima kondisi ibunya, bahkan dia malu karena teman-teman
SMPnya selalu mencemooh. Suatu hari, ketika sang anak mencapai kesuksesan dan berada di Singapura, karena begitu
merindukan anaknya, sang ibu
pun mencoba
mengunjunginya. Namun malang, sang anak malah mengusir ibunya
karena dianggap menakuti-nakuti
anaknya. Setelah sang ibu meninggal, anak
tersebut baru menyadari
lewat selembar surat, bahwa
satu mata yang dia gunakan untuk melihat semua
keindahan adalah mata dari sesorang yang pernah ia usir. Tak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Sang ibu mendonorkan mata ketika anaknya berusia 1 tahun setelah
mengalami kecelakaan.
Seklumit rangkaian
cerita tersebut menyimpan sejuta hikmah yang patut direnungkan, bahwa kasih sayang
dan pengorbanan seorang
ibu sudah ada sejak kita berada
dalam kandungan. Maka
sepatutnya kita menghormati dan
menyayangi beliau sebagaimana pengorbanan
beliau ketika melahirkan
kita (hlm 8).
Dalam
bab lain mengisahkan tentang
kegigihan dalam bekerja, bahwa
ada perbedaan antara orang
yang sukses dan
gagal. Orang sukses selalu mengambil tindakan di setiap kesempatan yang datang padanya. Sedangkan
orang gagal membiarkan
kesempatan itu berlalu dengan
selalu mengeluh karena
tidak yakin akan kemampuan yang ia miliki. Keyakinan pada
diri sendiri adalah
hal penting disaat
orang lain tidak
percaya
dengan kemampuan kita.
Sesungguhnya hidup dan masa
depan kita ditentukan
oleh diri sendiri
(hlm 220).
Banyak
cerita sederhana yang kita anggap hanya
sebuah lelucon yang tak penting
lalu menganggap
remeh. Bahkan tidak
jarang kejadian-kejadian itu
kita lupakan begitu
saja. Padahal setiap
cerita dan kejadian
sederhana
itu menyiimpan makna yang sangat dalam untuk tuntunan
hidup ini (hlm 274). Beragam
cerita yang disampaikan dalam buku ini
banyak mengandung pesan
khususnya bagi pembaca
yang harus jadikan
pegangan dalam menjalani kehidupan. Alur
cerita yang mengalir mampu membuat
pembaca masuk
dalam suasana haru, senang, dan
peka terhadap lingkungan.
Memahami sebuah makna dibalik
apa yang telah terjadi mampu
membuat orang menjadi pribadi yang lebih baik.
Apa yang dilakukan
penulis mungkin bercermin dari cerita di atas. Dia mencoba mengambil
kesempatan dari apa yang telah dibacanya
untuk dijadikan sebuah
buku menarik. Mengambil pesan yang tersirat dari cerita-cerita yang sepele dan sederhana. Cerita
yang mungkin sudah
pernah kita alami.
Dengan percaya pada
kemampuan dan keyakinan yang dimilikinya lahirlah buku Bukan
Untuk Dibaca.
Buku
ini layak untuk
dibaca semua kalangan.
Pembawaan pesan yang sangat ringan menjadikan buku
ini mudah untuk
diteladani. Keteladanan yang diambil dari berbagai kejadian
menjadi pedoman dalam menggapai tu
juan hidup. Sikap
selalu setia dan
konsisten dalam menggapai tujuan
akan berbuah manis
pada akhirnya. Siapa yang memegang janji maka dia
bisa dipercaya. Semua itu dapat
kita lakukan dalam
menggapai semua kebahagiaan yang kita impikan (hlm 313).
Di
dalam diri setiap
manusia terdapat kemampuan serta talenta luarbiasa
untuk meraih sukses,
namun
ada sebagian orang yang tidak menyadari apalagi memanfaatkannya. Kenali diri,
eksplorasi, kembangkan, dan manfaatkan apa
yang dimiliki. Mulai mengebor dan menggali potensi diri, temukan kekuatan yang
terpendam, boleh jadi ada harta karun tak ternilai di dalam diri (hlm 453).
Senada
dengan judulnya, buku ini memang
bukan sekedar untuk
dibaca. Tetapi, harus dipahami dan dihayati tentang
semua pesan yang penulis sampaikan
untuk diterapkan dalam
kehidupan nyata.
Cerita-cerita
yang mengispirasi tersebut memang menumbuhkan motivasi untuk
hidup.
Semoga dengan kehadiran
buku ini dapat
memberikan semangat pada diri pembaca
dalam menghadapi aktivitas
kehidupan.
*Mahasiswa
FITYK UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Komentar
Posting Komentar