Tarbiyah, Paradigma Online
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta secara struktural sudah mapan, sedangkan di Fakultas
Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Jati Bandung belum mapan. Secara aturannya tidak punya ketua jurusan
dan sekretaris jurusan.
Demikian disampaikan Aep Saepurrahman, Ketua Prodi
Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Sunan Gunung Jati Bandung, saat ditemui Paradigma,
Jum’at (11/04/2014).
"Secara struktur akademiknya, kalau kita itu prodi dan lingkupnya lebih
kecil ketimbang jurusan. Kalau di FITK UIN Sunan Kalijaga ini jelas, lingkupnya
lebih besar, otomatis ada ketua jurusan dan sekretaris jurusan serta ada staf
murni. Berbeda
dengan di kita, tidak punya staf, ketua jurusan dan sekretaris jurusan. Tapi
pihak fakultas mengangkat staf yang sifatnya kontrak.” Ungkap Saepurrahman.
Sedangkan
dalam hal pembelajaran, Saepurrahman menjelaskan bahwa di FITK UIN Sunan
Kalijaga mulai teratur, berdasarkan kurikulum baru hasil evaluasi. “Dalam bidang
bahasa sudah dirumpunkan, sehingga efektivitas bahasa menonjol jika dilihat
dari kurikulumnya. Kalau di tempat kami, masih banyak mata kuliah yang tumpang
tindih (Overlap), hal ini menjadi salah satu masukan.” Tandasnya.
Aep
Saepurrahman menjelaskan bahwa untuk mengasah keahlian bahasa, PBA UIN Sunan Gunung Jati dengan sistem asrama. Adapun mahasiswa baru wajib masuk dalam asrama tersebut.
Sholikhin
Editor: Nur Tanfidiyah
Editor: Nur Tanfidiyah

Komentar
Posting Komentar