PAI, Paradigma Online
Mahasiswa ketika sudah banyak kegiatan luar seperti kerja, seringkali mereka
menganggap bahwa ijazah tidak terlalu penting. Ketika sudah meremehkan ijazah,
kadang kala saat sudah butuh, mereka akan kebingungan mengurus ijazah.
“Walaupun
selembar ijazah, sangatlah penting. Seminimal-minimalnya, menjadi pertanggungjawaban
kepada keluarga, orang lain, bahkan calon mertua” ungkap Radino, Sekretaris
Jurusan Pendidikan Agama Islam, di ruang Seminar Proposal Lt. 4, Selasa (1/04).
Ia
menjelaskan bahwa sewaktu-waktu ijazah menjadi penting. Walaupun mahasiswa
mempunyai kesibukan apapun, harus bisa membagi waktu. Jangan sampai
meninggalkan kewajiban kuliah dan harus bisa menyelesaikan studinya.
“Pernah
suatu ketika ada mahasiswa Tarbiyah yang lulus pada tahun 1987, tapi baru
mengambil ijazah pada tahun 2004. Dikarenakan ditanya oleh calon mertuanya
sebagai bukti kalau ia sudah mengenyam pendidikan S-1.” Jelasnya.
Selain
itu, Radino juga menjelaskan bahwa ijazah sebagai bukti kalau seseorang telah
mengenyam pendidikan. Tanpa adanya ijazah, mahasiswa sulit untuk membuktikan
kalau ia telah mengenyam pendidikan S-1.
Kikin
Kikin
Sumber Gambar: http://sennyherliyantir.blogspot.com

haha,,,
BalasHapus