Langsung ke konten utama

Khalidi Ibhar: Kembalilah ke Desa




            Tarbiyah, Paradigma Online
            Orasi ilmiah pada pelepasan calon wisudawan/wisudawati Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan disampaikan oleh Khalidi Ihbar, lulusan FITK yang bekerja sebagai konsultan politik. Dalam acara tersebut Khalidi mengungkapkan bahwa sukses itu ketika lulus dan mendapatkan pekerjaan. “Mendapatkan pekerjaan di Jakarta dan kota-kota besar disebut sukses, sedangkan yang mendapat di desa, setengah sukses,” ungkapnya (4/04).
            “Hal tersebut merupakan kebudayaan metropolitan yang menganggap orang berhasil itu ke kota. Padahal saya yang tinggal di desa berhasil menjadi konsultan politik bahkan pedagang. Desa sebenarnya dapat membuat kita kaya”, imbuhnya
            Khalidi yang semasa mahasiswa produktif menulis di media massa menuturkan kunci dari semuanya adalah kemauan. Selain itu, kita harus menghindari patologi yang dalam tentang rendah hati (red:gengsi).
            “After wisuda what needs? Kembali ke desa. Disana kita dapat bekerja bahkan sekolah lagi,” tandasnya.


Artha Pradhika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah "Heroik" Peraih IPK Tertinggi FITK

Tarbiyah, Paradigma Online - Kesuksesan tidak serta merta berjalan mulus seperti halnya dalam sinetron. Begitulah kiranya ungkapan yang sesuai dengan keadaan dan hasil perjuangan mahasiswi terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Khusnul Hidayah.

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Serba-serbi UTS: Ujian Close atau Open Book

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, setengah jalan sudah Ujian Tengah Semester (UTS) berlangsung. Setiap hari, mahasiswa disibukkan mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh. Melihat soal ujian   yang dibuat dosen, nampaknya terdapat dua tipikal soal yang sering dijumpai ketika ujian, yaitu bersifat tertutup ( close book ) dan terbuka ( open book ). Berbagai anggapan yang muncul dari mahasiswa tentang kedua sifat ujian tersebut.             “Ujian yang bersifat open book memberikan keuntungan bagi mahasiswa dalam mengerjakannya. Mahasiswa akan lebih mudah menjawab soal karena tinggal mencari jawaban di buku” jelas Fahmi mahasiswa Kependidikan Islam. “Selain itu, mahasiswa dalam menghadapi ujian cukup mempersiapkan buku yang terkait matakuliah, tanpa harus belajar dengan keras” imbuhnya. (26/3)             Lain halnya dengan Fatma Firdanti, mahasiswa Pend...