Langsung ke konten utama

Serba-serbi UTS: Ujian Close atau Open Book



Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, setengah jalan sudah Ujian Tengah Semester (UTS) berlangsung. Setiap hari, mahasiswa disibukkan mengerjakan soal ujian dengan sungguh-sungguh. Melihat soal ujian  yang dibuat dosen, nampaknya terdapat dua tipikal soal yang sering dijumpai ketika ujian, yaitu bersifat tertutup (close book) dan terbuka (open book). Berbagai anggapan yang muncul dari mahasiswa tentang kedua sifat ujian tersebut.
            “Ujian yang bersifat open book memberikan keuntungan bagi mahasiswa dalam mengerjakannya. Mahasiswa akan lebih mudah menjawab soal karena tinggal mencari jawaban di buku” jelas Fahmi mahasiswa Kependidikan Islam. “Selain itu, mahasiswa dalam menghadapi ujian cukup mempersiapkan buku yang terkait matakuliah, tanpa harus belajar dengan keras” imbuhnya. (26/3)
            Lain halnya dengan Fatma Firdanti, mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ditemui usai melaksanakan UTS mengungkapkan, sifat ujian yang terbuka atau tertutup sama saja, tergantung butir soalnya. Kebanyakan soal yang diberikan adalah analisis, meskipun sifatnya terbuka tetap membutuhkan pendapat dan analisis pribadi. “Terkadang ujian yang open book saja banyak mahasiswa nggak bawa buku. So, apapun sifat ujianya sama saja bukan” tandasnya. (28/3)
            Berbeda dengan Yuli Setya Budi, yang beranggapan bahwa ujian seharusnya bersifat tertutup semua, sehingga menuntut mahasiswa untuk belajar dan mempersiapkan ujian dengan baik. “Sementara itu, dengan ujian close book dosen dapat mengukur sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diberikan” ungkap mahasiswa PAI yang ditemui disela kesibukannya mengerjakan skripsi.


AP & AP

Komentar

  1. ayolah, identitasnya. Biar tahu & bisa sama-sama belajar+tukar pikiran

    BalasHapus
  2. Barangkali orangnya malu dengan namanya, mron. wkwkwkwkwk #peace

    BalasHapus
  3. bsok kn lma2 ketahuan. . keren loh britanya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...