~Duka~
Apa yang kamu banggakan
semua buah pemikiranmu?
kecerdikanmu berPikir?
kamu hanya setitik noda yang sudah mengkarat
realitasmu bukanlah realitas kesadaranmu
kamu hanya akan menjadi pemuja berhala-berhala
kekinian
inikah manusia-manusia modern yang lupa akan
maknanya sendiri?
ataukah inikah manusia masa depan yang tidak
tahu "siapa"?
apa yang kamu pelajari ?
aku diajari bahwa yang berkuasa yang selalu
menang
apa yang kamu pelajari ?
aku diajari bahwa selamanya sistem hanya akan
menjerat
apa yang kamu pelajari ?
aku diajari tentang tipu daya yang melenakan
apa yang kamu
pelajari hari ini?
aku diajari bagaimana bersikap menuruti
kemajuan
apa yang kamu
pelajari hari ini?
aku diajari
ketakutan-ketakutan
itukah yang diajarkan
dibalik gedung megah ini?
ataukah itu hanya
ilusi sesaat?
~Sajak Politik~
Tidak ada politik
yang mendistorsi nilai-nilai agama
jika ada, itu
merupakan krisis pemahaman yang mengakibatkan disorientasi tujuan
Tidak ada politik yang menggerus
nilai-nilai kemanusiaan
jika ada, itu merupakan salah satu
krisis subtansial ide dan gagasan
Tidak ada politik yang menjadikan
negaranya menjadi negara "orang lain"
jika ada, itu merupakan kedangkalan
tentang kenegaraannya
Kau pakai kendaraan kekuasaan
dengan dalih memperjuangkan hak-hak
kemanusiaan
namun yang diperjuangkan hanya
kepentingan sendiri
hingga menjauhkan yang dekat
dan mendekatkan yang jauh
Kau pakai tokoh2 besar
namun yang dipakai hanyalah slogan
kesembronoan
Kau pakai ide-ide besar
namun yang dipakai hanyalah
kotoran-kotoran
kau pakai jalan lurus agama
namun yang dipakai kebuntuan jalan
kau pakai nilai-nilai kebijaksanaan
namun yang dipakai kecondongan
keberpihakan
Kau jadikan rakyat mengharap
namun janji-janjimu telah usang
kau jadikan rakyat menikmati kebebasan
namun kau sendiri yang memata-matai
kau jadikan rakyat menghormati aturan
namun kau sendiri yang melanggarnya
Wahai kau!
bungkamlah mulutmu
diamkanlah kata-katamu
Sebab mulutmu sudah terbiasa berbicara
dengan kata-kata yang tak dapat kau
telan
kami butuh makan
bukan janji-janji
sudah terlalu lama
kami menahan lapar dan dahaga
sudah terlalu lama kami sakit yang
berkepanjangan
sudah terlalu lama kami hidup di atas
derita kekuasaan
Muchamad
Agus Munir lahir di desa Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah pada tanggal 22 Maret
1992
Aktif
dalam Komunitas Rumah Kreasi Jihad
.jpg)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus