Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Muhammad Agus Munir



~Duka~

Apa yang kamu banggakan
semua buah pemikiranmu?
kecerdikanmu berPikir?

kamu hanya setitik noda yang sudah mengkarat
realitasmu bukanlah realitas kesadaranmu
kamu hanya akan menjadi pemuja berhala-berhala kekinian

inikah manusia-manusia modern yang lupa akan maknanya sendiri?
ataukah inikah manusia masa depan yang tidak tahu "siapa"?

apa yang kamu pelajari ?
aku diajari bahwa yang berkuasa yang selalu menang
apa yang kamu pelajari ?
aku diajari bahwa selamanya sistem hanya akan menjerat
apa yang kamu pelajari ?
aku diajari tentang tipu daya yang melenakan
apa yang kamu pelajari hari ini?
aku diajari bagaimana bersikap menuruti kemajuan
apa yang kamu pelajari hari ini?
aku diajari ketakutan-ketakutan

itukah yang diajarkan dibalik gedung megah ini?
ataukah itu hanya ilusi sesaat?


~Sajak Politik~
Tidak ada politik yang mendistorsi nilai-nilai agama
jika ada, itu merupakan krisis pemahaman yang mengakibatkan disorientasi tujuan
Tidak ada politik yang menggerus nilai-nilai kemanusiaan
jika ada, itu merupakan salah satu krisis subtansial ide dan gagasan
Tidak ada politik yang menjadikan negaranya menjadi negara "orang lain"
jika ada, itu merupakan kedangkalan tentang kenegaraannya

Kau pakai kendaraan kekuasaan
dengan dalih memperjuangkan hak-hak kemanusiaan
namun yang diperjuangkan hanya kepentingan sendiri
hingga menjauhkan yang dekat
dan mendekatkan yang jauh

Kau pakai tokoh2 besar
namun yang dipakai hanyalah slogan kesembronoan
Kau pakai ide-ide besar
namun yang dipakai hanyalah kotoran-kotoran
kau pakai jalan lurus agama
namun yang dipakai kebuntuan jalan
kau pakai nilai-nilai kebijaksanaan
namun yang dipakai kecondongan keberpihakan

Kau jadikan rakyat mengharap
namun janji-janjimu telah usang
kau jadikan rakyat menikmati kebebasan
namun kau sendiri yang memata-matai
kau jadikan rakyat menghormati aturan
namun kau sendiri yang melanggarnya

Wahai kau!
bungkamlah mulutmu
diamkanlah kata-katamu

Sebab mulutmu sudah terbiasa berbicara
dengan kata-kata yang tak dapat kau telan
kami butuh makan
bukan janji-janji
sudah terlalu lama kami menahan lapar dan dahaga
sudah terlalu lama kami sakit yang berkepanjangan
sudah terlalu lama kami hidup di atas derita kekuasaan

Muchamad Agus Munir lahir di desa Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah pada tanggal 22 Maret 1992

Aktif dalam Komunitas Rumah Kreasi Jihad

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta