Langsung ke konten utama

LPM Paradigma Adakan Tes Wawancara



LPM Paradigma mengadakan tes wawancara anggota baru di Gedung Student Center (SC) lantai 3, Sabtu (10/05) pukul 12.30 WIB. Tes wawancara ini diikuti sekitar 25 calon anggota baru LPM Paradigma. Sauqi, alumni LPM Paradigma angkatan 2008 mengatakan bahwa semua peserta memiliki potensi yang menjanjikan. “Semua menjanjikan, tinggal dilihat dari kesibukan mereka,” papar Sauqi sembari menikmati kreteknya.
Ia juga menambahkan bahwa ada satu peserta yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dan membuatnya takjub. “Ada satu yang bagus, laki-laki dari Lampung. Artikelnya pernah dimuat di Kedaulatan Rakyat dan Liputan sekolahnya pernah dimuat di Kompas,” imbuhnya.
Disela-sela kegiatan tes wawancara, Nuris selaku ketua panitia Penerimaan Anggota Baru (PAB) mengungkapkan rasa bangganya kepada para mahasiswa yang mengikuti tes wawancara. “Cukup bangga dengan minat mahasiswa masuk ke Paradigma,” ungkap Nuris yang pada saat ditemui sedang sibuk merapikan berkas-berkas peserta tes wawancara.
Keuntungan memiliki karya
Seusai tes wawancara, panitia berbincang-bincang dengan Sauqi, sharing pengalaman saat masih menjadi pengurus LPM Paradigma. “Dulu meskipun sedikit orangnya tapi berkualitas,” kenang Sauqi. Ia pun bercerita tentang keuntungan orang –dalam hal ini mahasiswa- yang memiliki karya. “Orang yang punya karya sangat dipertimbangkan,” tuturnya saat menyampaikan ‘lowongan’ beasiswa bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan study-nya, baik di dalam maupun luar negeri.

                                                Imron Mustofa
                                                Editor: Fidiya

Sumber gambar: tipswawancarakerja.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta