Langsung ke konten utama

Cumlaude Bukan Satu-satunya Faktor Kesuksesan




Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga mengadakan pelepasan calon wisudawan/wisudawati periode III Tahun Akademik 2013/2014 di Convention Hall Lt. 2, Kamis (07/08). Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Sabarudin, mengatakan bahwa calon wisudawan-wisudawati kali ini sebanyak 245 orang, dan 124 diantaranya mendapat predikat cumlaude. “Ini berarti lebih dari 50 persen mendapat predikat cumlaude,” katanya.
Ia pun membacakan rincian calon wisudawan/wisudawati dari masing-masing jurusan dan program studi (prodi), yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Kependidikan Islam (KI)/Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI).
“Berikut saya bacakan rinciannya: PAI sebanyak 93 orang, 58 di antaranya cumlaude; KI/MPI sebanyak 54 orang, 15 di antaranya cumlaude; PBA sebanyak 51 orang, 15 di antaranya cumlaude; dan PGMI sebanyak 47 orang, 36 di antaranya cumlaude,” paparnya.
Adapun wisudawan/wisudawati terbaik dari masing-masing jurusan dan prodi adalah Rizki Setiawati dari PAI dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79; Nafiatul Fadilah dari PBA dengan IPK 3,72; Dhiaul Milla dari KI dengan IPK 3,63; dan Yetti Maulana Oktaviani dari PGMI dengan IPK 3,92.
“Dengan begitu, wisudawan/wisudawati terbaik kali ini diraih oleh Yetti Maulana Oktaviani dengan IPK 3,92”, ungkap Sabarudin saat membacakan laporannya.
Namun, perlu diingat bahwa IPK tinggi (predikat cumlaude) tidak serta-merta menentukan kesuksesan seseorang. “Masih bagian dari kecerdasaan intelektual, hanya memberi kontribusi sebesar 20 persen, yang 80 persen faktor lain. Bahkan ada yang menyebut (80 persennya –red) kecerdasan emosional,” papar Hamruni selaku Dekan FITK saat menyampaikan sambutannya.
Imron

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta