Langsung ke konten utama

Dua Calon Wisudawan/Wisudawati PAI Raih Predikat Terbaik dan Tercepat


Tarbiyah, Paradigma Online - Peraih predikat calon wisudawan/wisudawati terbaik dan tercepat berasal dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Hal ini disampaikan Karwadi, selaku Wakil Dekan III saat menyampaikan sambutannya dalam Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati Periode I FITK UIN Sunan Kalijaga di Ruang Pertemuan, Kamis (26/11).

“Wisudawan tercepat diraih oleh Muh. Ihsan Jauhari dari jurusan PAI dengan masa studi 3 tahun 1 bulan,” papar Karwadi.

Diakui, Muh. Ihsan Jauhari ini memang semenjak awal sudah terlihat keseriusannya dalam belajar di bangku kuliah. “Barangkali sampai tak ada waktu selain untuk belajar,” imbuh WD III dalam sambutannya, yang juga mengampu jurusan PAI.

Sedangkan untuk calon wisudawan/wisudawati terbaik (baca: IPK tertinggi) diraih oleh mahasiswi asal Wonosobo dengan masa studi 3 tahun 11 bulan 28 hari.

“Wisudawati terbaik jatuh pada Khusnul Hidayah, jurusan PAI dengan IPK 3.84, putri Bapak Sholihin,” papar Karwadi.

Sebagaimana yang disampaikan Karwadi dalam sambutannya, bahwa sebanyak 131 mahasiswa FITK akan diwisuda di Periode I. Dari jumlah tersebut, 47 calon wisudawan/wisudawati meraih predikat cumlaude.

Adapun rincian wisudawan/wisudawati terbaik dari masing-masing jurusan adalah, PAI Khusnul Hidayah dengan IPK 3.84. Muh. Ihsan Jauhari IPK 3.81. Galuh 3.73. Sementara Jurusan Kependidikan Islam (KI) secara berturut-turut ada Eko Andiwibowo dengan IPK 3.64, Daryono IPK 3,54, dan Anita Kurnia Kusumaningrum IPK 3,52.

Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Nita Dwi Puji Maghfiroh dengan IPK 3.67, Halimatus Sa’diyah IPK 3.66, dan Eka Tresnasih IPK 3,62. Sedangkan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Siti Aprilia Fatmawati dengan IPK 3.72, Rosana Indah IPK 3.71, dan Anisatul Farida IPK 3. 67. [Yudef, Enggar, dan Imron] 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta