Langsung ke konten utama

Empat Calon Wisudawan FITK Lulus 14 Semester

Sumber gambar: kaskus.co.id
Tarbiyah, Paradigma Online -  Empat calon wisudawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga tercatat sebagai mahasiswa dengan masa studi paling lama. Hal ini disampaikan Karwadi selaku Wakil Dekan (WD) III saat memberikan sambutannya dalam Pelepasan Calon Wisudawan/Wisudawati Periode I FITK UIN Sunan Kalijaga di Ruang Pertemuan, Kamis (26/11).

“(Masa studinya -red ) 7 tahun, 14 semester. Semuanya laki-laki dan tidak saya sebutkan namanya,” papar Karwadi sembari tertawa. Ungkapan WD III ini disambut dengan ledakan tawa dari audiens yang hadir dalam acara tersebut.

Diakui, di antara empat calon wisudawan tersebut, ada yang sedang menggeluti dunia usaha. Sehingga masa studi di perkuliahan tak bisa sesuai dengan yang diharapkan fakultas.

“Kami tak mengharapkan 7 tahun. Yang kami harapkan 3,5 sampai 4 tahun. Tapi tak apa-apa, itu hak mahasiswa,” papar Tasman, Dekan FITK saat memberikan sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap mahasiswa memiliki orientasi bermacam-macam selama kuliah. “ Yang lulus cepat, punya planing tertentu. Yang lama ada kesibukan, bahkan berkarya,” imbuh Tasman.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Karwadi selaku WD III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Tasman Hamami selaku Dekan FITK, dan Suyadi selaku pembicara yang juga menjabat sebagai Kepala Jurusan Pendidikan Roudlotul Athfal (PGRA).

Sebagaimana yang dilaporkan WD III, pada Periode ini, FITK berhasil mewisuda 131 mahasiswanya. Dari jumlah tersebut, 47 calon wisudawan/wisudawati meraih cumlaude, dengan rincian 37 (79%) perempuan dan 10 (21%) laki-laki.  [Enggar, Yudef, dan Imron]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...