Langsung ke konten utama

Tanggung Jawab Moral Embel-embel ‘I’





UIN, Paradigma Online - Sebagai wisudawan/wisudawati Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, ada tanggung jawab moral yang mesti dipenuhi. Hal ini disampaikan Machasin, selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga dalam pidatonya.


“Di antara saudara mesti memiliki kebanggaan terhadap UIN yang telah menjadi wadah dalam mencari ilmu dan sebagai lulusan diploma dan sarjana. Saudara mempunyai beban moral. Terlebih ada kata ‘I’ di dalam gelar yang berarti Islam,” jelas Machasin dalam pidatonya.


Kampus UIN Sunan Kalijaga mengadakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I di Gedung Multi Purpose (MP). Adapun pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi, yaitu Jum’at (27/11) dan Sabtu (28/11).


Disampaikan Machasin, bahwa jumlah wisudawan/wisudawati untuk periode ini sebanyak 888 mahasiswa, dengan rincian Diploma 3 (D3) sebanyak 1 orang, Strata 1 (S1) 775 orang, Strata 2 (S2) 100 orang dan Strata 3 (S3) 12 orang.


“Dari 12 wisudawan S3, ada salah satu rektor di Bengkulu yang hari ini diwisuda, papar Machasin.


Ia juga menambahkan, jumlah wisudawan/wisudawati yang memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) di bawah 3.00 minim, bahkan tidak mencapai 10%.


“Hanya 8,39% yang IPK-nya di bawah 3.00,” imbuh Machasin. [Rena]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta