Bercinta Denganmu
Setelah berharap mimpi indah denganmu
Aku terbangun di tengah malam
Ternyata aku masih sendirian
Jam tak jua berhenti
Menghalau perputaran siang dan malam
Aku hanya diam
Tak mengerti dengan semua ini
Barangkali di antara sekian detakan waktu
Aku bisa menggenggamnya satu
Agar bisa bercinta denganmu
Sebelum subuh
datang menghampiriku
Yogyakarta,
2015-2016
Tanah dalam Harapan
Andai di tanah ini tak ada jiwa-jiwa yang kotor, barangkali
hutan-hutan tak akan hilang tertelan api sejarah. Tragedi bulan terlukis dengan
bercak-bercak merah di balik tangan pengemis dan jantung peradilan. Hari ini
seribu harapan ingin kembali pada masa lalu:
Masa Bung Karno menantang peluru.
Sadarlah darah muda yang muram. Masih ada butiran sisa abu untuk
kita taburkan pada benih-benih kehidupan. Abu senggama bangkai:
Terciptalah cinta dan keabadian
Yogyakarta, 2015
Di Balik Senyum Manis Orang-Orang
Di balik senyum manis orang-orang, ada hati yang selalu menangis.
Bahkan rela tersenyum karena kehabisan air matanya.
Air mata lahir dari rasa kesepian, dari anggapan ketiadaan.
Aku ingin menangis, namun tak mampu lagi.
Hati dan perasaan telah beku tanpa bayang kerinduan.
Aku ingin mencintaimu, namun tak mampu lagi.
Aku lebih mencintai ketiadaan dan kehampaan oleh orang yang aku
sayang.
Tak penting lagi tatapan orang-orang, tak perlu lagi aku takut pada
Tuhan.
Karena Tuhan tak mengutuk orang gila.
Bagiku, menjadi orang waras itu tak lagi menyenangkan.
Aku lepas jiwaku pada angin, pada hujan, bahkan halilintar yang
mengisyaratkan kehancuran.
Tak penting lagi pujian dan harapan orang-orang.
Di hati mereka hanya ada kebohongan yang bersembunyi dari rasa
kemanusiaan dan kematian.
Yogyakarta, 2015
Jiwa yang Terlepas
Lepaslah dirimu dariku
Gugur seperti daun
Setelah bunga layu
Pohon sepi mengering
Tanpa tatapan angin
Awan, bahkan hujan
Biarkan matahari menatapnya dengan nyalang tanpa kepedihan
Yogyakarta, 2015
*Penulis lahir
pada tahun 1994 di Sumenep Madura. Sekarang tinggal di daerah Taman Siswa,
Pakualaman Yogyakarta. Aktif menulis puisi dan cerpen, tergabung di Komunitas
Sastra Gajahwong dan mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta. Karya-karyanya pernah dimuat di Koran Radar Surabaya dan buku
antologi puisinya berjudul “Jiwa yang
Terlepas” diterbitkan oleh CV. Ganding
Pustaka. Penulis bisa di hubungi lewat: HP. 082326129597. E-Mail:
alimunir707@gmail.com. FB. Ali Munir.

Mantap li, teruskan berkarya. Salam Persma!
BalasHapus