Langsung ke konten utama

PP Muhammadiyah Tidak Menemui Massa Aksi Solidaritas Poros

sumber gambar: persmaporos.com

Jogja, Paradigma Online- Aliansi Solidaritas Poros melakukan aksi di depan Gedung Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Jum’at (06/05). Aksi tersebut sebagai reaksi dari kesewenang-wenangan birokrat UAD yang membredel Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Poros. Namun sayangnya, tak ada satupun pimpinan Muhammadiyah yang menemui massa aksi untuk mendengarkan tuntutannya.

“Para pimpinan sedang berada di luar kota. Haedar Natsir (Ketua PP Muhammadiyah –red) sekarang berada di Jakarta,” ungkap salah satu staf PP Muhammadiyah, yang menemui massa aksi.

Dalam negosiasinya dengan staf Muhammadiyah, Muhammad Isra Mahmud, koordinator umum aksi, menyatakan kekecewaannya terhadap kelakuan birokrat UAD yang kekanak-kanakan. “Mereka dengan sepihak membekukan pendanaan kegiatan Poros. Mereka tidak tau kalau dana kemahasiswaan tersebut berasal dari sumbangan mahasiswa,” ujarnya.

Dengan demikian, imbuhnya, Aliansi Solidaritas Poros mendesak PP Muhammadiyah untuk menegur lembaga yang berada di bawah naungannya (baca: UAD) agar tidak semena-mena dalam memperlakukan mahasiswanya.

Sebelumnya, Rabu (27/04), pihak rektorat UAD, melalui Warek III, Abdul Fadlil membekukan LPM Poros, karena menilai isu yang diangkat sudah keterlaluan. Isu yang dipermasalahkan rektorat terkait berita tentang kedokteran UAD. Dalam berita itu ditulis bahwa fasilitas kampus belum memadai tapi tetap membuka fakultas kedokteran.

Peryataan Abdul Fadlil diperkuat dengan keputusan mengejutkan dari BIMAWA (Biro Mahasiswa dan Alumni) lembaga yang menaungi pendanaan kegiatan mahasiswa. Kepala BIMAWA, Hendro Setyono saat ditemui Bintang, PU LPM Poros pada Kamis (28/04) menyatakan bahwa proposal kegiatan yang masuk sudah tidak dapat diproses karena Poros berstatus dibekukan, sesuai instruksi lisan dari rektorat.

Atas dasar tersebut, Aliansi Solidaritas Poros yang beranggotakan Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) kota Jogja dan Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UAD menuntut:
1. Menolak diskriminasi kepada Pers Mahasiswa di kampus
2 , Menolak Pers Mahasiswa Poros UAD dibredel, karena mengancam kebebasan beraspirasi bagi intelektual kampus dan mengancam tentang keterbukaan informasi intrakampus
3. Membatalkan SK pembekuan Pers Mahasiswa Poros UAD
4.  Pimpinan Pusat Muhammadiyah harus menegur birokrat UAD, karena birokrat kampus telah melakukan perilaku yang mencoreng citra intelektualitas para kaum akademisi
5.  Birokrat UAD harus minta maaf kepada Pers Mahasiswa Poros UAD.

Massa aksi yang sempat menduduki Gedung PP Muhammadiyah, membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB, menuju ke Bundaran UGM untuk menyampaikan aspirasinya di depan publik, lalu long mach menuju Kampus UII Fakultas Ekonomi. [Imron]


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Kisah "Heroik" Peraih IPK Tertinggi FITK

Tarbiyah, Paradigma Online - Kesuksesan tidak serta merta berjalan mulus seperti halnya dalam sinetron. Begitulah kiranya ungkapan yang sesuai dengan keadaan dan hasil perjuangan mahasiswi terbaik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Khusnul Hidayah.

karikatur