Langsung ke konten utama

Demonstrasi Puisi Hari Guru #3


Kisah Peperangan

Goresan Tinta : Shintamelia*

tagmata.it
 



Setitik peluhmu menandakan perjuangan

Sebuah perjuangan yang sangat besar

Senyumanmu memberikan semangat

Menyongsong masa depan yang lebih baik

Dunia kami dulunya monokrom

Tapi kini penuh dengan warna-warna indah

 

                Ibaratkan sebuah peperangan

                Kau memberikan amunisi

                Untuk menghadapi masa depan

                Amunisi berupa ilmu yang bermanfaat

                Kau memberikan baju besi

                Baju besi berupa kesiapan

                Menghadapi kehidupan dunia

 

Kau memberiku tameng

Tameng berupa keimanan

Untuk menghadapi kehidupan selanjutnya

Dan hal terpenting dalam peperangan

Ialah strategi perang

Maka kau berikan strategi itu berupa akhlak

Untuk kami menghadapi kehidupan sosial

 

                Terima kasih panglima perangku

                Terima kasih guruku


*Crew LPM Paradigma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta