Langsung ke konten utama
Sebelah Mata


Oleh : Shinta Melia K.

Bosan aku menuliskan
kata yang tak kusuka
aku melihat dan berfikir kematian

Wahai, kumesti berbuat apa
terkadang aku sendiri dan diam
berdiskusi dengan alam dan tuhan
lebih bermakna pada masanya

Sebab, menyakitkan
ketika mereka mendengar
namun tidak mengerti

Aku bukan siapapun, begitupun sebaliknya
Jangan mengekang apa yang tidak bisa disatukan
sungguh, menghargai yang tidak biasa jauh lebih baik

Tersenyum dan tertawa dengan makna
yang hakiki dan tak ternilai
memaknai hayat dengan penghayatan
menterjemah segala dengan penuh keikhlasan

Sumber Ilustrasi : notessoft.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta