Langsung ke konten utama

Az - Zahrah : Menuju Pendidik Berbasis Seni


Az-Zaahrah: Menuju Pendidik Berbasis Seni

Di tengah kesibukannya mahasiswa pada jam kuliah, Sanggar seni Az-Zahrah melakukan kegiatan launching buku antologi puisi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang pertemuan Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Kalijaga, kamis (4/04).
“Selama ini yang kalian kenal kami dengan seni musiknya, tetapi kami akan mewujudkan karya yang dapat dikenang” ujar petinggi Az-Zahra, Mizan Habibi. “Sebelum launching buku puisi ini, kami melakukan latihan penulisan kepada anggota Az-zahra. Kemudian sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, kami membuat antologi antologi puisi” tambahnya.
Kegiatan  yang dilaksanakan tersebut turut dihadiri oleh beberapa mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan kalijaga. Sebelum acara dimulai dan sebagai selingan acara, sanggar seni Az-Zahra menampilkan beberapa seni musik. Kegiatan yang dilaksanakan oleh sanggar Seni Az-Zahra turut di apresiasi oleh PD III, Sabarudin Msi.
“Secara pribadi dan pimpinan Fakultas Saya merasa bangga, karena fakultas memiliki seniman, ini merupakan salah satu modal yang luar biasa” ujar PD III, Sabarudin MSI. “Ketika nanti setelah terjun di dunia pendidikan seorang calon guru yang belajar ilmu pendidikan itu mempunyai bekal yang lebih, karena mendidik itu adalah sebuah seni. Selain itu, mendidik itu ada sebuah intonasinya, menghadapi peserta didik itu harus mempunyai ilmu kesenian” tandasnya.
“Sudah sewajarnya dan sesuatu yang semsestinya calon-calon guru memiliki kesenian, karena tugas guru adalah mendidik. Dan unsur-unsur itu dapat melalui kegiatan kesenian. Saya sangat mendukung ke depan dapat berkembang” tambah PD II.
Dalam sambutannya di pertengahan acara, PD III, Sabarudin Msi, mengatakan, bahawa kreativitas seperti Az-Zahrah harus dimiliki oleh lembaga-lembaga yang lain. setiap kreativitas yang dihasilkan oleh mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan akan didukung dan di apresiasi oleh pihak fakultas. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas yang dihasilkan oleh mahasiswa ada artinya dan mendapatkan apresiasi yang besar oleh pihak Fakultas.
 (solikhin)
*)Dimuat di Bulletin Paradigma edisi April/2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...