Oleh : Nuris Saadah
Aku menagis
tentang sebuah kehidupan yang fatamorgana
Tak mempunyai
ujung akhir bagi yang tak mengenal Tuhan
Mengalami reunkarnasi bagi para pemercaya Dewata
Tak berujung
hakiki bagi yang terputus jalan kebenaran
Andaikan kau matahari terbit dalam
kebenaran barat
Akankahkah kau selalu memberikan
akhir kiamat
Jika kau bulan yang dengan
kesempurnaan cahaya raya
Aku menangis
untuk sebuah kematian
Bernyawa bagi
mereka yang bisa berbicara tentang keangkuhan dunianya
Tertawa
diantara mereka dalam kebisingan kerecohan umatnya
Berlabuh dalam
kebungkaman para laknat yang suar suar bersuara rupanya
Berjalanlah wahai mata jika kau
mampu mendengarnya
Berselok ayulah wahai tumit jika kau mampu menggapainya
Akan aku rampas kenistaan yang kau
tawar-tawarkan
Akan aku tebus kehormatan dengan
kerobohan kecerobohan
Dan aku
menangis,...
Untuk hamba
kaya raya yang miskin dalam kefakiran...
Yogyakarta, 27 Juni 2013
Komentar
Posting Komentar