Langsung ke konten utama

BEM-J PGMI Galang Dana



PGMI- BEM-J Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengadakan penggalangan dana untuk membantu keluarga yang ditinggal oleh buah hatinya, Rizka Nuraini, mahasiswi PGMI semester empat. Dia dipanggil ke rahmatullah pada hari jum’at lalu. MenurutDewi, teman seangkatan Rizka, ia meninggal karena terkena tipus. “Sejak kecil memang sudah punya penyakit komplikasi” tutur salah satu teman almarhumah Rizka saat berkumpul di selatan treatikal Tarbiyah untuk persiapan penggalangan dana, Senin, (01/07).
Penggalangan dana yang dikoordinatori langsung oleh Anisatul Mahmudah, ketua BEM-J PGMI periode 2013-2014 tersebut diikuti oleh 38 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai angkatan. Anis, ketua BEM-J PGMI, membentuk PJ (Penanggung jawab) untuk tiap-tiap kelompok dan membagi tugas sebelum penggalangan dana dimulai. PJ bertugas mengumpulkan dana-dana hasil penggalangan dari anggota-anggotanya. Setiap kelompokmembawa kardus yang bertuliskan “Turut berduka cita atas meninggalnya Rizka” atau “Belasungkawa Rizka”.
Namun, ada sedikit kendala yang menghambat penggalangan dana tersebut. Rutinitas tahunan yang diadakan pihak fakultas, sebut saja UAS, sedikit menghambat efesiensi penggalangan dana. Yaya, salah satu mahasiswi PGMI semester dua, ketika masuk ke ruang ujian lalu minta ijin ke pengawas untuk mensosialisasikan penggalangan dana, tetapi dia tidak mendapat ijin dari pengawas dengan dalih mengganggu keefektifan UAS. Dia pun berinisiatif untuk menunggu mahasiswa-mahasiswi keluar dari ruang ujian, lalu didatangi satu-persatu.
Di tengah-tengah kesibukan tim ke sana-kemari menggalang dana, handphone bergetar bertanda ada sms masuk,“ditunggu maksimal jam 11, kembali ke treatikal selatan” tutur ketua BEM-J PGMI dalam smsnya.
Setelah semua PJ beserta anggota-anggotanya berkumpul di selatan treatikal tarbiyah, tim menghitung dana yang sudah terkumpul. Kelelahan sangat terlihat di raut wajah mahasiswa-mahasiswi yang sejak pukul 09.30 sudah berkumpul di selatan treatikal. Setelah semuanya selesai, tim kembali bubar dan melakukan aktivitasnya masing-masing.
Imron Mustofa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...