Langsung ke konten utama

Lotisan, Perkuat Keanggotaan Paradigma

Lotisan, Perkuat Keanggotaan Paradigma
            LPM Paradigma UIN Sunan Kalijaga mengadakan lotisan bareng yang diselenggarakan di kediaman Khiara anggota LPM Paradigma, Minggu (30/06). Acara bertemakan Lotisan bareng ini, tidak hanya berisi hiburan weekand dan makan-makan semata, tetapi juga sharing, kritik dan saran terhadap kinerja personil LPM Paradigma.
Acara lotisan bareng kali ini diikuti oleh 18 anggota Paradigma, baik dari pengurus dan anggota baru. Selain untuk membangun keakraban antar sesama anggota, acara yang dimulai pukul 12.00 ini diselenggarakan untuk membahas planning bagi anggota baru yang nantinya akan bertugas dalam penyusunan buletin bulanan LPM Paradigma edisi September. Dalam acara ini baik pihak pengurus dan anggota baru juga diberikan kesempatan untuk saling memberikan kritik dan saran, baik secara personal ataupun kinerja selama bergabung di LPM Paradigma.
Diskusi lotisan yang dipimpin oleh Sholikhin ini berjalan cukup kondusif. Meskipun sempat terjadi perhelakan yang cukup panas ketika dari pihak anggota baru yang akan bertugas untuk penyusunan buletin September tidak mempunyai greget atau keinginan dalam mengusulkan diri. Keadaan ini membuat para pengurus kecewa dengan sikap anggota baru yang seolah-olah tidak ingin berkembang dan hanya mengandalkan pengurus. Kendati demikian, lontaran kritik, saran, dan masukan cukup memberikan gagasan baru bagi seluruh anggota dalam meningkatkan kinerja.
“Harusnya dari pihak Redaksi itu tegas, kita sudah terjun di Paradigma, seharusnya bisa konsekuen dengan Paradigma. Jadi pihak Redaksi tinggal memberikan tugas, dan ketika tugas itu diberikan ya mau tidak mau harus dijalankan dengan profesional. Kalau memang tidak mau, ya sudah mending mengundurkan diri saja, pulang ngarit dirumah” Ucap Artha, salah satu anggota baru Paradigma, sekaligus sebagai kritikan pedas yang memicu suasana semakin memanas.
Diskusi ini ditutup pada pukul 17:00, sekaligus pamit kepada tuan rumah. Dengan adanya masukan-masukan dan sharing terbuka seperti ini diharapkan segenap anggota LPM Paradigma mampu menjalankan tugas sebagai mana mestinya. Selain itu juga mampu menjaga komitmen untuk meningkatkan kualitas Paradigma diwaktu mendatang.

(Nuris)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...