"kegiatan OPAK mempunyai visi dan misi tersendiri, adapun
visinya untuk membangun mahasiswa berkepribadian unggul, kreatif, inovatif, menuju cita-cita
sosial dan akademik yang beradab"
Ungkap Wakil Dekan bagian akademik, Sabaruddin,
ketika ditemui Paradigma ketika selesai memberikan sambutan Penerimaan
mahasiswa baru di ruang kerjanya, Kamis (22/08).
"Salah satu wujud dari visi tersebut
adalah memberikan teguran dan hukuman untuk panitia OPAK yang melanggar tata
tertib, baik dari segi pakaian ataupun tingkah laku seperti memakai celana
robek, sandal jepit dll. Hal ini memang sesuatu yang sangat lemah, namun,
mahasiswa sudah dewasa dan merupakan figur, sehingga mahasiswa baru mengetahui
mana yang harus ditiru dan tidak" imbuh Wakil Dekan bidang kemahasiswaan.
Tema sebagai gambaran awal yang penting dalam setiap kegiatan. Berkaitan dengan hal
tersebut, OPAK UIN Sunan Kalijaga kali ini bertemakan “KETIKA KAMPUS MENJADI
SEBUAH MINIATUR NEGARA”. Tema tersebut dibuat oleh panitia OPAK sendiri.
“Apapun tema yang mereka
bangun, harus menyakup hal-hal di atas. Sedangkan pemateri dari dosen untuk mengawali visi dan misi tersebut” ungkap
wakil dekan bidang kemahasiswaan, Sabaruddin.
Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan juga menerangkan, layaknya membaca
dan menulis itu membutuhkan sebuah struktur. UIN sebagai sebuah lembaga
pendidikan diidentifikasi kan sebagai keluarga yaitu srtuktur terkecil negara
yang memerlukan penataan.
“Kita mencoba mengantarkan mahasiswa ke dalam lingkungan
warga-warga baru untuk mewujudkan visi dan misi, agar dapat memahami secara
sama. Walaupun setiap fakultas memiliki visi dan misi yang berbeda, namun, masih
dalam cakupan yang besar” tandasnya.
Nur Tanfidiyah
Komentar
Posting Komentar