PGMI, Paradigma Online
Selama tiga hari, terhitung sejak Senin (14/04) kemarin, sebagian Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mendapat tugas untuk menjadi pengawas Ujian Nasional (UN) di jenjang SMA dan sederajatnya. Tentunya, hal ini menimbulkan kekosongan jam perkuliahan. Namun, kekosongan ini tidak begitu berpengaruh pada aktifitas akademik mahasiswa. Bahkan, Indra, Mahasiswa PGMI semester empat mengaku mendapatkan banyak pengalaman dari kekosongan tersebut. “Banyak pengalaman, asyik, seru,” paparnya saat mengikuti perkuliahan Sains II dan Pembelajarannya di Lantai 1 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Selasa, (15/04).
Selama tiga hari, terhitung sejak Senin (14/04) kemarin, sebagian Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mendapat tugas untuk menjadi pengawas Ujian Nasional (UN) di jenjang SMA dan sederajatnya. Tentunya, hal ini menimbulkan kekosongan jam perkuliahan. Namun, kekosongan ini tidak begitu berpengaruh pada aktifitas akademik mahasiswa. Bahkan, Indra, Mahasiswa PGMI semester empat mengaku mendapatkan banyak pengalaman dari kekosongan tersebut. “Banyak pengalaman, asyik, seru,” paparnya saat mengikuti perkuliahan Sains II dan Pembelajarannya di Lantai 1 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Selasa, (15/04).
Menanggapi hal ini, Sigit Prasetyo, sekretaris jurusan (Sekjur) PGMI mengatakan bahwa kekosongan ini tidak perlu
dipermasalahkan. Pasalnya, pembelajaran dalam perkuliahan memang tidak harus
melulu didampingi dosen. Ada kalanya mahasiswa mencari informasi terkait
perkuliahan secara mandiri. “Memang begitu yang namanya andragogi, kebanyakan
tugas dan kita sendiri yang mencari pekerjaannya (informasi-red),” ungkap Sigit
saat mengisi perkuliahan.
Ia juga menambahkan bahwa antara mahasiswa dan dosen
harus ada saling pengertian, karena ini tugas negara dan harus diprioritaskan. “Kita
juga harus saling memahami, karena tugas negara harus diprioritaskan,”
imbuhnya.

Komentar
Posting Komentar