Langsung ke konten utama

HMPS PGMI Adakan Raker




            Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI mengadakan makrab sekaligus raker di Desa Adipuro, Kalingkrik, Magelang, tepatnya di kaki Gunung Sumbing selama dua hari, Sabtu (12/04) sampai Minggu (13/04). Makrab dan raker yang mengangkat tema “Merangkai Cinta, Merekatkan Cerita” ini diikuti oleh 14 anggota HMPS.
         Biasanya, raker diadakan di awal masa kepengurusan. Namun, kali ini diadakan di pertengahan periode kepengurusan. Hal ini memang terkesan tidak biasa. Menanggapi hal ini, Anisatul Mahmudah selaku ketua HMPS menegaskan bahwa raker kali ini bukanlah memulai dari konsep awal, melainkan meneruskan program-program yang telah disusun pada raker sebelumnya. “Raker ini hanya meneruskan program-program yang belum jalan,” papar Anisatul Mahmudah yang kerap dipanggil dengan nama Anis.  
      Ia juga menambahkan bahwa sebagai ‘wakil rakyat’, HMPS seharusnya bertindak profesional. Program-program yang ditawarkan pemerintah harus dijalankan dengan baik dan penuh kesadaran. “Kita hanya diberi amanah mengelola keuangan dan kegiatan,” ungkap Anis. Dengan diadakannya raker ini, diharapkan semua anggota HMPS lebih profesional dalam merealisasikan program kerjanya.

Imron Mustofa

Komentar

  1. kakak besok kalo bikin berita yang ada namaku dong :D hahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...