Langsung ke konten utama

Sekjur PGMI: Hidup Harus Berkualitas





       PGMI, Paradigma Online
      Pada awal perkuliahan Sains II dan Pembelajarannya, Sigit Prasetyo selaku sekretaris Jurusan PGMI sekaligus dosen pengampu mata kuliah tersebut memberikan wejangan kepada para mahasiswanya, Selasa, (15/04) di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). 
       Menurutnya, hidup itu harus berkualitas. Tidak penting memiliki kepandaian dan nilai atau IPK tinggi kalau tidak bisa memberi manfaat kepada sesama. “Jadi orang tidak harus pandai, mencari IPK tinggi. Tapi yang penting berkualitas,” paparnya saat memberikan perkuliahan kepada mahasiswa PGMI semester empat.
        Mahasiswa sebagai generasi muda harapan bangsa harus mempunyai produktivitas yang tinggi. Tidak hanya berkutat pada aktivitas perkuliahan dan kos saja, tetapi juga harus memiliki aktivitas lain di luar kampus, semisal ikut organisasi. Dengan ikut organisasi, nalar mahasiswa akan lebih terasah dan bisa berpikir kritis. “Tunjukan bahwa anda memiliki iner beauty yang kuat,” katanya.
        Ia juga berpesan kepada mahasiswa untuk mengoleksi buku-buku tokoh terkemuka di Indonesia, agar bisa memotivasi belajar. “Kalau bisa, anda mengoleksi buku-buku tokoh, seperti Soekarno, Gus Dur, Amien Rais, dan sebagainya, meskipun pemikiran mereka tidak sepaham dengan anda,” imbuhnya.

Imron Mustofa

editor: Sholikhin

Sumber foto: ayumeiriany.wordpress.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...