Langsung ke konten utama

Aksi Damai Mahasiswa KI dan MPI Menuntut Kejelasan Kajur

            

 Senin, 5 Mei 2014 mahasiswa yang mengatas namakan aliansi Mahasiswa Jurusan Kependidikan Islam (KI) dan Menejemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, memperingati hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) dengan melakukan aksi damai di bundaran taman Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.
“Aksi demonstrasi ini dimaksudkan untuk mempertanyakan dan memperjuangkan nasib jurusan Menejemen Pendidikan Islam (MPI) yang sampai sekarang jurusan tersebut belum mempunyai Kepala Jurusan (Kajur) yang resmi. Selama ini, ketua Jurusan Menejemen Pendidikan Islam (MPI) masih dipegang oleh Nurrohmah yang notabene adalah Kepala Jurusan Kependidikan Islam (KI). Padahal kedua Jurusan ini mempunyai tujuan dan visi-misi yang berbeda,” ungkap M. Subhan salah satu aliansi mahasiswa KI/MPI saat orasi.
Yudiawan menambahkan dalam orasinya bahwa, ia ingin adanya mediasi yang jelas antara Dekan dan Kajur KI beserta jajarannya dengan mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam (MPI) untuk membahas tentang masalah kejelasan Kajur MPI tersebut. Ketika tuntutan mediasi ini belum dilakukan, ia mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi dengan masa aksi yang lebih banyak lagi.
Berkaitan dengan hal tersebut, Budi yang juga masa aksi memanggil dan menginginkan Nurrohmah selaku penanggung jawab dari kajur Menejemen Pendidikan Islam (MPI) untuk turun dari kantornya dan menemui masa aksi guna memberi kejelasan terkait tuntutan dari aliansi Mahasiswa Jurusan Kependidikan Islam (KI) dan Menejemen Pendidikan Islam (MPI) tersebut. Namun pada kenyataannya, setelah ditunggu Nurrohmah tidak menemui mereka. Akhirnya, aksi demonstrasi ditutup dengan membacakan beberapa tuntutan hasil pembacaan dari Aliansi Mahasiswa Jurusan Kependidikan Islam (KI) dan Menejemen Pendidikan Islam (MPI).
1.      Menginginkan adanya Ketua Jurusan khusus mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam (MPI)
2.      Menginginkannya sebuah sikap dan sistem usaha/birokrasi jurusan yang terbuka, ramah dan meningkatkan kepentingan mahasiswa.
3.      Mengadakan diadanya sosialisasi akreditasi jurusan Menejemen Pendidikan Islam (MPI).
4.     Menginginkan diadakannya sosialisasi mengenai PPL/KKN mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam (MPI).
5.     Meminta kejelasan kurikulum Menejemen Pendidikan Islam (MPI).
6.     Perbaiki sistem dan pelayanan birokrasi jurusan yang lebih baik.
7.      Meminta alokasi dana khusus untuk kegiatan mahasiswa Menejemen Pendidikan Islam (MPI).
Rizal

Editor: Nur Tanfidiyah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...