Diskusi Jangan dengan Otak Kosong
Budaya diskusi di kalangan mahasiswa sudah semestinya
menjadi hal yang sangat akrab. Dari diskusi itulah, mahasiswa akan mampu
memperluas cakrawala. Namun pada kenyataannya, masih banyak diantara kita yang
masih memandang sebelah mata dan bahkan merasa bosan akan diskusi.
Sudaryanto, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab menuturkan,
ketika mendengar kata diskusi yang ada dibenaknya yakni belajar bersama dan saling
tukar informasi. Dimana dalam diskusi perlu adanya modal
awal, “Jadi kalau diskusi jangan dengan otak kosong, harus ada bekal informasi,
contoh kalau kita mau diskusi tentang
keagamaan setidaknya didalam otak kita sudah termindset dan terisi oleh
sesuatu yang akan kita diskusikan nantinya , sehingga ketika diskusi tidak mati
atau tidak garing” tutur mahasiswa semester IV ini. Mahasiswa asal Gunung Kidul
ini memandang pentingnya diskusi bagi mahasiswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Di
dalam kelas sendiri telah didapat budaya diskusi melalui presentasi-presentasi,
sedangkan yang di luar kelas ia dapati pula diskusi dengan nama halaqoh. Menurutnya diskusi tersebut berguna untuk
mengasah mental, menambah informasi dengan membahas suatu masalah kemudian
memecahkan masalah tersebut bersama-sama, dan melatih kemandirian belajar guna
peningkatan kualitas diri.
Mira dan Rena
Komentar
Posting Komentar