Langsung ke konten utama

HMJ PAI Adakan Seminar Living Value Education




Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) mengadakan seminar berjudul “Living Value Education (LVE)” yang bertempat di ruang pertemuan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Rabu (21/05/2014). Acara yang dikhususkan untuk mahasiswa jurusan PAI ini dihadiri oleh 50 orang. Panitia menghadirkan Muqowim (selaku anggota LVE Internasional) sebagai narasumber.  Nuwairotul Layalia, selaku ketua panitia menjelaskan tujuan terselenggaranya acara ini guna menambah wacana dan membangun karakter bagi mahasiswa PAI sebagai calon pendidik.  Awalnya, acara pembukaan bertempat di ruang teatrikal. Namun, untuk acara seminar pindah di ruang pertemuan yang lebih kondusif.
Muqowim menganggap acara ini penting bagi mahasiswa, karena LVE sendiri merupakan pendekatan untuk menghidupkan nilai positif dalam diri manusia. “Karena setiap orang sudah punya potensi nilai positif, tapi apakah nilai positif tersebut akan tampak dalam realitas kebaikan? Semua tergantung bagaimana cara orang tersebut menghidupkan nilai tersebut,” jelasnya.
Acara LVE disambut positif oleh peserta seminar.  Sebut saja Yuli,  salah satu mahasiswa jurusan PAI semester 2, ia menganggap acara LVE ini baik karena melatih calon pendidik untuk menanamkan nilai positif, baik kepada siswa maupun lingkungannya. Ia mengaku senang dengan model seminar kali ini ,karena lebih menekankan kepada praktek daripada teori.
Narasumber dan juga salah satu dosen PAI, Muqowim juga menyarankan agar mahasiswa berlatih kesadaran nilai dan mengingatkan pentingnya nilai-nilai positif melalui metode peace of time.
Nuwairotul Layalia mengharapkan semoga tidak hanya HMJ-PAI saja yang mengadakan acara seperti ini, tapi juga dari HMJ lain. Kalau bisa menjadi acara tahunan. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan untuk mengenalkan kinerja HMJ-PAI.  
Mira dan Zulfa

sumber gambar: bemjkui.wordpress.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...