Langsung ke konten utama

Wacana FITK Pindah ke Maguwoharjo Gemparkan Mahasiswa


Wacana pindahnya Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ke Samirejo, Maguwoharjo, menggemparkan mahasiswa PGMI semester empat saat mengikuti perkuliahan Matematika II dan Pembelajarannya di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Kamis (08/05) pukul 08.14 WIB. “Gimana kalau Kampus Tarbiyah(FITK –red) pindah ke Samirejo, Maguwo? Kabar-kabarnya, PGMI mau pidah ke sana,” papar Endang Sulistyowati, dosen pengampu. 
Spontan, hal ini memunculkan pernyataan-pernyataan keberatan dari mahasiswa yang mengikuti perkuliahan waktu itu. Benny, mahasiswa asal Kulonprogo agak keberatan jika PGMI harus pindah ke Maguwoharjo. “Jangan Bu, saya yang dari Kulonprogo berangkat ke sini aja telat, apalagi Maguwoharjo,” ungkap mahasiswa yang tiap hari nglaju dari Kulonprogo ke kampus UIN ini. Ia juga menambahkan bahwa pindahnya PGMI ke Maguwoharjo akan menyulitkan mahasiswa untuk menikmati layanan perpustakaan. “perpusnya jauh,” imbuhnya.
Menanggapi kegelisahan mahasiswa, Endang menegaskan kembali bahwa ini hanya wacana dan belum ada keputusan pasti. “Itu baru wacana, sebab kabar-kabar kan Pasca Sarjana mau gabung di fakultas,” ungkapnya. Di akhir perkuliahan, ia berpesan kepada mahasiswa agar lulus cepat. “Makanya, kalian harus lulus cepet,” imbuhnya.

Imron Mustofa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...