Langsung ke konten utama

Peringatan Idul Adha di Lab Agama Sunan Kalijaga

Peringatan Idul Adha di Lab Agama Sunan Kalijaga
Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijah 1435 H diperingati oleh Jamaah Masjid UIN Sunan Kalijaga pada hari Minggu (05/10). Mulai pukul 06.00 halaman masjid UIN Suka  telah ramai dipenuhi jamaah yang hendak melaksanakan sholat Ied. Panitia Peringatan Hari Raya Idul Adha membagikan kantong plastik sebagai tempat alas kaki dan sejumlah buku kecil berisi khutbah Hari Raya Idul Adha 1435 H. Ribuan jamaah masjid memenuhi lantai bawah dan lantai atas hingga serambi bawah difungsikan sebagai tempat sholat. Tepat pukul 06.30 sholat Ied dimulai, kemudian dilanjutkan khutbah dengan judul  “Islam-Agama Perdamaian dan Kasih Sayang” yang disampaikah oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Muhammad Machasin dan didampingi oleh penerjemah bahasa isyarat, Mustarjudin. Khutbah tersebut berakhir pada pukul 07.15 kemudian jamaah meninggalkan masjid dengan tertib.
Panitia Peringatan Hari Raya Idul Adha mempersiapkan serangkaian acara yang dilaksanan pada hari tersebut. “Untuk tahun ini rangkaian acara peringatan Hari Raya Idul Adha adalah Sholat Idul Adha dilanjutkan penyembelihan dan pendistribusian hewan qurban, diiringi gema takbir ba’da Isya mulai tanggal 10,11,12,13 Dzulhijah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mempersiapkan acara sebulan sebelum hari raya, seperti acara lomba-lomba. Pada tahun ini Peringatan Hari Raya lebih simple, dikarenakan sehabis bulan Ramadhan kami telah mengadakan acara besar” jelas Isna Nur Saifudin selaku takmir masjid Lab Agama UIN Suka.
Pada pukul 08.00 panitia penyembelihan hewan qurban yang berjumlah 20 orang bergegas menuju ke depan poliklinik untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban, yaitu dua ekor sapi dan satu ekor kambing. Untuk target pendistribusian daging adalah masyarakat sekitar UIN yaitu Dusun Sapen dan sekitarnya yang telah mendapatkan kupon pada H-1. Kemudian sisa sebagian kupon disediakan untuk mahasiswa UIN yang datang di lokasi penyembelihan hewan qurban.
(Laila Hikma)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...