Langsung ke konten utama

Edupreneurship Bukan Hanya Milik Mahasiswa ber-IPK Tinggi


Tarbiyah, Paradigma Online - Pihak Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) terkesan buru-buru untuk menentukan peserta seminar edupreneurship yang berkuotakan 250 kursi, hanya berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Mahasiswa yang membutuhkan kegiatan ini bukan hanya pemilik IPK tertinggi.

“Kalau saya pribadi merasa keberatan, ketika peserta itu ditentukan berdasarkan IPK tertinggi. Karena, bukan hanya mahasiswa ber-IPK tinggi yang berminat untuk mengikuti kegiatan eduprenuership ini. Saya sendiri tidak masuk ke dalam peserta itu, padahal saya juga ingin mengikuti kegiatan itu,” ujar Mustofa mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah (PGMI) semester tujuh, Rabu (25/11). 

Kursi yang sudah disediakan pun menjadi sia-sia, karena tidak dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa ber-IPK tinggi. Saat acara berlangsung, hampir 50 persen mahasiswa yang diundang tidak hadir.

“Paling cuma 100 sampai 150-an lah,” ungkap Rizki, peserta seminar edupreneurship melalui pesan whatsapp.

Rizki juga menyayangkan jika undangan itu tidak dipenuhi, karena tidak semua mahasiswa diundang dalam acara ini.

“Ya sayang banget lah, masa udah diundang gak dateng. Eman-eman, soalnya yang diundang itu gak semua mahasiswa,” katanya.

Wakil Dekan III Karwadi mengakui, bahwa FITK mengalami kesulitan untuk menentukan peserta. Apabila kegiatan ini dipandang baik, maka pihak FITK akan mengusahakan dengan pola yang berbeda.

“Karena ya, ini kegiatan permulaan kan. Kalau memang kira-kira dipandang baik ya nanti kita usahakan dengan pola yang berbeda. Memang untuk penentuan peserta kita agak kesulitan,” ujarnya. [Fuad]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta