![]() |
| Gambar: Solidaritas massa aksi di pertigaan UIN |
UIN, Paradigma Online- Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan
dirinya Front Perjuangan Demokrasi (FPD)
yang terdiri atas Pembebasan, Sekber, Rethor, AMTL, RBR, PPR, KPO PRP melakukan aksi turun jalan, Selasa (22/3) di
Pertigaan Revolusi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga sebagai aksi
solidaritas menuntut keadilan Australia
laut Timor Leste.
Semua
bermula dari perundingan batas maritim antara Australia dan Indonesia pada
tahun 1971
dan 1972, dan dijalankan pada November
1973, yang mana sangat menguntungkan
terhadap Australia. Karena pada waktu itu Portugal tidak terlibat dalam
menentukan kesepakatan yang mengakibatkan tidak ditentukannya garis batas Timor
Portugis (kini Timor Leste)
Gefaan menyatakan, aksi ini ditujukan
untuk meminta dukungan dari masyarakat Indonesia terlebih dari kalangan
mahasiswa. Sebagai rakyat Indonesia harus aktif memberi dukungan terhadap Timor
Leste. “Australia harus angkat kaki dari Timor Leste dan memberikan kedaulatan
penuh pada rakyat Timor Leste,” ujar korlap aksi tersebut.
Hal senada juga diungkapkan Dede Sofio, ia
berharap aksi ini dapat membantu rakyat Timor Leste dan meminta ruang
demokrasi. “Melalui
aksi ini kami minta dukungan Indonesia dan Internasional. Sebab negara Timor
Leste adalah negara kecil,” tegas koordinator umum aksi, yang juga warna
negara Timor Leste itu.
Aksi ini
juga terjadi serentak di Timor Leste sebagai bentuk protes keras
terhadap bentuk imperialisme Australia. Di Jogja sendiri dua hari yang lalu
sudah dilakukan di Titik Nol Malioboro. Aksi serupa juga terjadi Jakarta, Makassar, Manila, Srilanka,
Sidney, Melbuorne serta kota-kota lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap
perjuangan atas hak demokratis dan kedaulatan Timor Leste Front Perjuangan
Demokrasi menyatakan sikap:
- Pemerintah Australia segera keluar dari batas maritim Timor Leste,
- Pemerintah Australia untuk segera berdialog dengan Timor Leste melalui Mahkamah Internasional dan Pengadilan Internasional untuk Hukum Laut,
- Pembagian hasil yang lebih besar atas keuntungan yang sudah didapat dari eksploitasi ladang minyak yang akan habis, misalnya Laminaria-Corallina,
- Akui Republik Demokratik Timor Leste dan hentikan spionase dan penyadapan,
- Menyerukan solidaritas rakyat dunia internasional dan rakyat Australia untuk bersama-sama rakyat Maubere memperjuangkan Hak Demokratis dan Kedaulatan Timor Leste. [Aan]

Wah, baru tahu kalau ternyata ada info seperti ini. jarang sekali media memberitakan hal-hal sensisitif. terimakasih infonya.
BalasHapusParadigma jaya selalu, salam Persma!
memang perlu sering sering seperti ini.
BalasHapus