Langsung ke konten utama

Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah

Gambar: Suasana keakraban PAI angkatan 2015.
Tarbiyah, Paradigma Online- Suasana Panggung Demokrasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tanggal 12 Maret 2016 nampak berbeda. Jika biasanya dipenuhi anak-anak yang hanya sekedar “nongkrong”. Kali ini Panggung Demokrasi atau biasa disebut Pangdem justru digunakan untuk acara pensi, game, dan hiburan.

Hal itu karena tanggal 12 Maret 2015 Panggung Demokrasi digunakan untuk kegiatan Keakraban Bintang Pendidikan Agama Islam 2015. Acara yang dimulai sekitar pukul delapan dan selesai pukul setengah dua ini mengusung tema Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah.

“Untuk tema kegiatan ini, Sabtu Ceria Perekat Ukhuwah. Alasan kita menggunakan Sabtu Ceria karena Hari Sabtu ini kita ceria bersama. Melupakan galau-galau dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Perekat Ukhuwah. Perekat itu kan identik dengan lem yang bisa menempelkan satu dengan yang lain. Kita ini datang bukan dari satu kesatuan tapi dari perbedaan. Dan dari perbedaan tersebut kita buktikan bahwa kita itu satu, Bintang. Ukhuwah sendiri bisa diartikan sebagai persaudaraan yang lebih kuat,” tutur M. Fahmi Totu selaku ketua panitia Keakraban.

Menambahi hal tersebut, Nur Laili selaku ketua angkatan Bintang PAI 2015 menuturkan bahwa  memilih tempat pangdem sebagai lokasi kegiatan juga bukan tanpa pertimbangan. “Sedikit cerita saja untuk keakraban ini kemarin ada beberapa usulan tempat. Mulai dari Goa Cemara sampai Cangkringan. Namun karena kita menyadari yang paling penting adalah keakraban bukan kemewahan tempatnya. Jadi kami akhirnya memilih tempat keakraban di Pangdem UIN,” tuturnya.

Acara Keakraban Bintang PAI 2015 sendiri terdiri dari beberapa kegiatan yakni pembukaan, sambutan ketua panitia, sambutan ketua angkatan, sambutan ketua HMJ, pentas seni, makan bersama, games dan ditutup dengan pemberian selamat ulang tahun kepada dua orang sahabat yang berulang tahun.


“Kesan untuk acara keakraban ini banyak. Pertama dari panitianya itu mendesain supaya semuanya nyaman, nggak kelihatan asik sendiri. Judulnya kita disinikan memang perekat ukhuwah biar kita lebih akrab. Biar nggak cuma kenal temen-temen satu kelas pas semester aja, tapi kita berbaur dengan kelas-kelas yang lain. Yang kedua dari cara makan, kita juga didesain untuk bareng. Jadi nggak sendiri-sendiri dan cuma ngumpul dari teman yang dikenal. Untuk masukannya ke depan, akan lebih bagus lagi kalau ada pengenalan semuanya. Paling enggak perkenalan nama atau cerita sedikit sekitar satu menit atau dua menit agar bisa tambah kenal,” komentar Zulfa selaku peserta keakraban. [Dewi R]

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...