Langsung ke konten utama

Sastra di Penghujung Tahun #1

Diskrepansi

Oleh : Savika Pulung Iswari*
 
 
 
deapratini.files.wordpress.com
 
Kota Gudeg, 29 November 2017
 
 
 
 
Aku rindu
Rasa sesak karna goresan dari setiap kapur
Penghapus berbulu beralas kayu
Yang kau ketuk sebagai tanda kami harus diam
Dahulu sepeda ontel kau kayuh, tak peduli jarak yang ditempuh
Kau menyapa kami, dan mengajak kami bersama
Kini kepulan asap dari kendaraan roda dua melewati kami
Kini kendaraan roda empat berbalut merek dan kaca jendela
Membuatmu tak melihat kami
Dahulu setiap pagi aku takut ketika kau menyusuri setiap meja dan memeriksa tugas kami
Kini kau tak perlu lagi? Ada email,  flashdisk yang mengurangi rasa takut kami
Dahulu kau selalu tersenyum bercanda dan bergerak silih berganti
Namun sekarang cukup dengan laptop, lcd, kabel, proyektor
Kau awasi kami dibalik benda mati itu
Bukannya naif ini hanyalah realita
Yang kami benturkan karna rasa prihatin kami
Zaman boleh berubah
Tapi tugas jangan dilupa
 
 
 
 
 
 
*Crew LPM Paradigma

Komentar

Postingan populer dari blog ini

karikatur

puisi- Di Gubuk Itu

Di Gubuk itu Oleh : Lembaran Hitam* Di gubuk itu Aku melihatmu Duduk menatap sebuah buku dalam genggaman Jika ku lihat, Sangat sederhana sekali gubuk itu berdinding bilik yang di anyam berlapis karpet merah terbentang Dengan lampu-lampu hiasan tergantung Tapi aku tidak melihat dari bentuk Ataupun hiasan Aku melihat dari kesungguhan pikiran Aku melihat dari coretan yang kau tuliskan Dan aku melihat dari gagasan yang kau sampaikan Di gubuk itu, Pejuang visi dan misi mengotak-atik lampiran Manjadi penentu yang berpatokan Buku merah kau jadikan pelajaran Cerminan tanggung jawabmu di akhir jabatan Di gubuk itu Kau rumuskan rancangan kegiatan Menuliskannya dalam sebuah buku sederhana tapi menentukan Tidak bisa disepelekan Juga tak bisa diabaikan Sekali lagi Di gubuk itu . . . *) Penulis adalah mahasiswa PBA 2012 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta