Langsung ke konten utama

Membakar Kembali Semangat Jurnalistik bersama LPM-Paradigma



Selasa 14 April 2020 LPM Paradigma mengadakan diskusi dengan tema “Kilas Balik: Dasar-dasar Jurnalistik” dengan pemantik nn. Atika Mawardani (Kadiv Pengembangan Sumber Daya Manusia LPM Paradigma) dan moderator nn. Syarifah. Diskusi dilakukan melalui WhatsApp grup yang diikuti oleh para pengurus dan anggota LPM Paradigma. Diskusi dibuka oleh moderator dan disambung oleh pemantik dengan warming up “Menurut anda Jurnalistik itu apa sih? Silahkan memberikan tanggapan” sehingga para peserta dengan senang hari mengungkapkan pendapat mereka. Pemantik melanjutkan dengan menanyakan beberapa pertanyaan untuk membangun semangat diskusi. Para peserta diskusi juga diberikan makalah tentang materi diskusi secara lengkap.
Pada materi yang disajikan oleh pemantik membahas tentang jurnalistik, pers, kode etik jurnalistik dan contoh-contoh perilaku penyimpang yang dilakukan para wartawan sehingga memunculkan banyak pertanyaan dari peserta diskusi. Diskusi berjalan dengan membahas wartawan yang tidak independen, dunia rating, berita hoax, menjalankan kode etik, sanksi penyebar hoax, peran pers dan penanganan berita hoax. Satu kalimat penutup dari Pemantik untuk peserta diskusi “Iya, masa sekarang memang sudah banyak anak muda yang melek terhadap masalah di Negara kita. Tinggal bagaimana kita mengolah, memilih serta memilah sebuah berita yang ada”. (SM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Garis Waktu

Judul               : Garis Waktu Jenis                : Kumpulan Cerita Penulis             : Fiersa Besari Penerbit           : Media Kita Cetakan           : VII, 2017 ISBN               : 978-979-794-525-1 Fiersa Besari merupakan sosok pemuda kelahiran Bandung yang akrab dipanggil "bung" dan ternyata lulusan Sastra Ingris tapi lebih suka mengaku lulusan sastra mesin. Bung ini dikenal sebagai Penulis, Penggiat Musik, Pengelana, dan Penangkap Jejak. Sekembalinya dari perjalanan mengelilingi Indonesia dalam rangka mencari jati diri, Bung mulai mengumpulkan tulisannya menjadi sebuah buku yang kemudian diberi judul "Gari...

Belajar Hingga Akhir Hayat

sumber gambar: membumikan-pendidikan.blogspot.com Oleh: Kodri Syahnaidi, Mahasiswa PBA 2015 “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”. Demikianlah urgensi menuntut ilmu (belajar) yang dianjurkan Rasulullah. Belajar merupakan sebuah kebutuhan bagi setiap manusia.  Karena sebagai manifestasi rasa syukur terhadap anugerah akal pikiran yang hanya bisa digunakan melalui proses pembelajaran. Selain itu, belajar juga dapat mengasah kecerdasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Belajar juga dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar dapat mengelola alam sebagai khalifah (wakil Tuhan) di dunia. Proses pembelajaran pertama kali dilakukan oleh Allah dan Nabi Adam ketika diciptakan. Sampai hari ini proses pembelajaran masih berlangsung di berbagai belahan dunia. Proses pembelajaran sepatutnya berlangsung terus-menerus hingga akhir hayat. Secara formal, pendidikan itu dimulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi  merupakan t...